Asih dan Warga Aceh Tamiang Semringah Wakapolri Datang-Beri Bantuan Makanan

2026-02-04 05:27:59
Asih dan Warga Aceh Tamiang Semringah Wakapolri Datang-Beri Bantuan Makanan
Warga Lingkungan Pahlawan, Kualasimpang, Aceh Tamiang, Aceh, bernama Asih semringah melihat sejumlah bantuan makanan untuk korban terdampak banjir Sumatera diturunkan dari mobil minibus hitam. Bantuan makanan tersebut terdiri atas beras, mi instan, air mineral, serta biskuit.Mobil hitam ini merupakan mobil rombongan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo yang tengah meninjau kondisi warga Aceh Tamiang, mengecek distribusi bantuan, serta mendata kebutuhan korban terdampak bencana banjir di Aceh Tamiang.Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (3/12/2025), Asih bersama sejumlah warga menghampiri Komjen Dedi yang sedang didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi. Bupati mempersilakan warganya bersalaman dengan Komjen Dedi."Pak, terima kasih banyak ya. Terima kasih, Pak. Kalau bisa dikirim ke sini (bantuan) lebih banyak lagi," kata Asih.Komjen Dedi lalu mengatakan kepada Asih bahwa Bupati Armia telah menginformasikan kepadanya terkait kebutuhan apa saja yang mendesak. "Iya tadi Pak Bupati sudah sampaikan apa saja kebutuhan Ibu dan Bapak," jawab dia.Pada kesempatan yang sama, Bupati Armia mengatakan bantuan ini akan diserahkan kepada kepala dusun agar dibagikan merata kepada warga. Setelah mengunjungi kompleks Pendopo Bupati, Komjen Dedi mengecek posko bantuan.Setelah itu, Wakapolri dan rombongan meninggalkan Aceh Tamiang untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar). Tonton juga video "Pemprov DKI Jakarta-Sulsel Kirim Dana Bantuan untuk Aceh, Sumut, Sumbar"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-04 05:35