Kualitas Lingkungan Hidup Menurun, Menteri LH Tagih Peran Akademisi

2026-01-11 23:32:34
Kualitas Lingkungan Hidup Menurun, Menteri LH Tagih Peran Akademisi
SEMARANG, - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya dukungan akademisi dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup.Namun saat ini, ia menilai peran para akademisi masih minim.Hal itu disampaikan Hanif saat memberikan sambutan pada kegiatan UI GreenMetric Indonesia 2025 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Selasa .“Tadi disampaikan kita memiliki 4.400 perguruan tinggi. Yang kemudian, dari jumlah 4.400 ini, 400 di antaranya mengikuti penilaian dari UI GreenMetric ini. Ini artinya apa, Bapak Ibu sekalian? Dari seluruh universitas ini, maka yang mengikuti standar ini kurang dari 10 persen,” kata Hanif dalam sambutannya.Ia menyoroti kualitas lingkungan hidup yang terus menurun. Di sisi lain, jumlah perguruan tinggi saat ini lebih dari 4.000. Baca juga: Menteri LH Hentikan Operasional Tambang Imbas Banjir Sumatera Barat“Kita memiliki 4.400 universitas atau perguruan tinggi atau setingkatnya, tetapi lingkungan hidup kita tidak semakin baik. Kondisi kualitas lingkungan hidup kita semakin menurun. Di mana para akademisi hari itu?” ujarnya.Selama satu tahun tiga bulan menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, ia mengaku belum menerima inovasi atau hasil riset dari perguruan tinggi yang dapat dikembangkan menjadi kebijakan.Ia juga menyinggung peran Pusat Studi Lingkungan Hidup yang dibangun sejak era 1980-an.“Pada saat menghadapi bencana yang di depan mata kita ini, kita tidak satu lembar pun mendapat masukan dari para akademisi yang ada di seluruh tanah air ini. Tentu ini menjadi pertanyaan saya,” katanya.Baca juga: Menteri LH Sebut Gelondongan Kayu Terseret Banjir Sumatera Bisa DimanfaatkanIa mencontohkan persoalan abrasi di wilayah pesisir Semarang yang hingga kini belum mendapatkan masukan akademik yang konkret.“Kita lihat hampir di seluruh pesisir Semarang ini telah mengalami abrasi yang cukup serius dan hampir hari ini saya juga belum dapat masukan bagaimana kemudian menangani ini secara bersama-sama,” ujarnya.Hanif menegaskan pihaknya membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi melalui riset dan dokumen kebijakan yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan.Baca juga: Bencana di Sumatera, Menteri LH Akui Tak Bisa Rutin Pantau Jutaan Unit Usaha“Pada kesempatan hari ini tentu kita ingin membuka kesempatan kepada kita semua untuk memberikan masukan-masukan untuk Menteri Lingkungan Hidup dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup,” imbuhnya.


(prf/ega)