Pemkot Bandung Manfaatkan Pupuk Kompos Hasil Pengolahan Sampah di Pasar Induk Gedebage

2026-01-14 14:16:51
Pemkot Bandung Manfaatkan Pupuk Kompos Hasil Pengolahan Sampah di Pasar Induk Gedebage
BANDUNG, - Tumpukan pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik menggunakan teknologi biodogester di Pasar Induk Gedebage akhirnya sedikit demi sedikit berkurang.Hari ini, Selasa , CV Prosignal Karya Lestari sebagai operator pengolahan sampah di Pasar Gedebage untuk pertama kalinya mengantarkan 2 ton pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik untuk Diskominfo Kota Bandung dan ke rumah dinas Wali Kota Bandung."Dalam rangka kolaborasi dengan OPD, ketika Minggu lalu kita sounding bahwa kita ingin bekerjasama dengan OPD OPD di Kota Bandung, alhamdulilah Diskominfo yang pertama yang berminat minta bantuan kompos kami dari hasil pengolahan sampah di Gedebage," ujar Direktur Utama CV Prosignal Karya Lestari, Aldi Ridwansyah.Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Remaja di Rancaekek BandungAldi menjelaskan, dia berharap Dinas lainnya yang memang membutuhkan pupuk kompos hasil dari pengolahan sampah organik bisa mengambil secara cuma-cuma di Pasar Induk Gedebage.Sebab, saat ini pupuk kompos dari proses pengolahan sampah organik menggunakan biodigester saat ini tengah mencapai puncak produksi.Karena CV Prosignal yang saat ini dapat dikatakan tengah memanen hasil dari pengolahan sampah menggunakan biodigester, maka pupuk kompos pun akhirnya menumpuk di gudang hingga per hari ini ada lebih dari 2.000 ton."Kita bisa produksi sehari itu minimal 14 ton (pupuk kompos). Penggunaannya bisa untuk tanaman, untuk perkebunan, penghijauan, ataupun untuk memperbaiki tanah, sejauh ini cuma dimanfaatkan sedikit oleh petani dari Ciwidey," tuturnya.Baca juga: Sepakati Dedi Mulyadi Soal Angkot Bandung Berhenti saat Malam Tahun Baru, Farhan Hitung AnggaranSementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan sangat mengapresiasi pengolahan sampah di Pasar Induk Gedebage menghasilkan sesuatu yang bermanfaat."Alhamdulilah atas kerjasama Pemkot Bandung khususnya DLH dengan pengelola pasar Gedebage dan Prosignal Karya Lestari, perusahaan swasta yang berinvestasi di pengolahan sampah organik di Pasar Induk Gedebage sudah mencapai titik yang sangat baik menuju optimal karena sehari bisa mengolah 27 ton sampah," ujar Farhan.Farhan pun memerintahkan Dinas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung (DPKP) juga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung (DKPP) Kota Bandung untuk segera memanfaatkan pupuk kompos yang menumpuk untuk tanaman hias serta progran urban farming, Buruan SAE."Bagaimana cara memanfaatkannya ini salah satu yang penting," ucapnya.Baca juga: UMK Bandung Barat 2026 Naik 6,79 Persen, Jadi Segini BesarannyaSelain itu, Farhan juga berencana memasukan pupuk kompos dari sampah Pasar Induk Gedebage ini menjadi salah satu mata rantai ekonomi sirkular dalam program Pengolahan Sampah skala Rukun Warga."Kita akan menggabungkan tiga program yang sudah jalan yaitu pengolahan sampah di RW , urban farming level RW dan operasi dapur sehat di level RW. Kompos akan digunakan oleh urban farming, sayur, buah, ikan, hasil dari urban farming akan dikonsumsi dapur sehat, maka jadinya sirkular," ujarnya.


(prf/ega)