Dari Ponpes ke Halaman, Para Santri di Dumai Tanam Pohon demi Masa Depan

2026-02-04 11:19:10
Dari Ponpes ke Halaman, Para Santri di Dumai Tanam Pohon demi Masa Depan
Polres Dumai melalui Polsek Bukit Kapur melanjutkan komitmen menjaga lingkungan dengan melaksanakan program Green Policing. Puluhan santri diajak untuk menanam pohon demi masa depan.Kegiatan ini digelar di lingkungan Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12, Kelurahan Bukit Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, hari Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini diinisiasi Polsek Bukit Kapur dalam rangka meningkatkan kesadaran kepada generasi muda akan pentingnya pohon untuk keberlangsungan masa depan.Kegiatan ini dihadiri oleh Kanit Binmas Iptu Satam, Kanit Propam Aiptu M Ishamdi, Kanit Samapta Aipda FH Sihombing, dan anggota Samapta. Turut hadir dan mendukung kegiatan, pimpinan pondok pesantren Ustaz Farid, guru, serta santri.Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi oleh Kanit Binmas. Setelah edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon secara bersama-sama dan diakhiri dengan foto bersama. Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang mengapresiasi inisiasi Polsek Bukit Kapur dalam melanjutkan program Green Policing yang dicanangkan oleh Kapolda Riau Irjen pol Herry Heryawan ini."Kegiatan Green Policing yang digelar Polsek Bukit Kapur di ponpes ini sangat berarti. Tujuan utama kami adalah menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan sejak dini pada para santri, karena mereka adalah generasi masa depan yang akan melanjutkan upaya pelestarian alam," ujar Angga. Angga juga mengapresiasi antusiasme pihak pondok pesantren yang turut menanamkan nilai-nilai dan semangat kecintaan terhadap lingkungan, terutama dalam menjaga hutan."Saya sangat menghargai dukungan pihak ponpes, guru, dan seluruh santri yang antusias mengikuti. Semoga nilai-nilai cinta lingkungan yang diajarkan bisa diterapkan tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah dan masyarakat sekitar," imbuhnya. Angga menyampaikan Green Policing bukan sekadar sebuah program, melainkan komitmen Polda Riau dalam melestarikan alam dan ekosistemnya."Green Policing bukan hanya program semata, tapi komitmen Polda Riau untuk turut berperan dalam menjaga bumi," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-04 10:53