- Untuk pertama kalinya para astronom melaporkan telah melihat ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.Ledakan tersebut dikatakan mirip dengan ledakan yang dilepaskan matahari yang menyebabkan fenomena aurora di muka bumi. Namun, astronom mengatakan skalanya jauh lebih besar dan mengerikan.Alih-alih memicu cahaya berwarna-warni di belahan utara, ledakan dahsyat kemungkinan akan menimbulkan konsekuensi yang berpotensi menghancurkan planet terdekat.Kemungkinan ledakan tersebut disebabkan oleh lontaran massa korona atau CME. Di tata surya kita, fenomena tersebut merupakan awan besar gas yang terionisasi, yang disebut plasma, dan medan magnet yang meletus dari atmosfer luar matahari.Ketika letusan itu mencapai Bumi, akan dapat menyebabkan gangguan besar pada medan magnet planet, munculnya aurora di kutub Bumi, hingga mengganggu komunikasi, jaringan listrik, dan operasi satelit.Sebelumnya para astronom belum pernah mendeteksi lontaran massa korona yang dilepaskan dari bintang lain. Mereka menuliskan temuan itu dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nature pada 12 November 2025.Baca juga: Asteroid Raksasa Tersembunyi di Balik Matahari, Jadi Pengingat Bahaya untuk BumiDilansir dari CNN, Senin , bintang tersebut diberi nama StKM 1-1262, yang merupakan bintang katai merah berjarak sekitar 130 tahun cahaya dari Bumi.Badai dari bintang tersebut meluncur dengan kecepatan 2.400 kilometer per detik, yang mana kecepatan itu hanya tercatat sekitar 1 dari setiap 2.000 lontaran massa koronal yang dilepaskan matahari."Bintang itu berperilaku seperti ember plasma yang sangat termagnetisasi dan mendidih. Ledakan ini 10 hingga 100 ribu kali lebih kuat daripada ledakan terkuat yang dapat dihasilkan matahari. Hal ini membuka jendela cuaca antariksa ekstrasurya," ujar Cyril Tasse, rekan penulis studi dan peneliti di Observatorium Paris.Material yang diledakkan bersifat padat dan ledakannya yang dilontarkan dengan cepat dapat mengikis atmosfer sebuah planet yang mengorbit bintang itu dari jarak dekat.Penemuan mengenai aktivitas bintang yang dapat memengaruhi eksoplanet penting bagi para astronom terutama dalam upaya menentukan apakah ada planet di luar tata surya yang berpotensi layak huni bagi kehidupan.Baca juga: Quasar 3C273, Tempat Terpanas di Alam Semesta yang Melebihi Matahari, Apa Itu?Setelah melesat keluar dari sebuah bintang, lontaran massa korona akan menghasilkan semburan gelombang radio yang dikenal sebagai korona. "Itu adalah hembusan angin bintang yang kuat yang bergerak lebih cepat dari kecepatan suara, menciptakan gelombang kejut yang sebanding dengan ledakan sonik jet tempur," kata Mark Miesch, ilmuwan peneliti di Pusat Prediksi Cuaca Antariksa NOAA yang tidak terlibat dalam riset ini.Hampir satu dekade lalu, para peneliti pertama kali menangkap sinyal radio tersebut lewat perangkat lunak analitik baru yang digunakan untuk membaca survei langit dari teleskop radio Low Frequency Array (LOFAR).LOFAR adalah jaringan yang menggabungkan ribuan antena di Belanda dan sejumlah negara Eropa lainnya, sehingga dapat bekerja seperti satu teleskop radio raksasa.
(prf/ega)
Pertama Kali, Astronom Temukan Ledakan Dahsyat Bintang yang Bisa Mengikis Atmosfer Planet
2026-01-12 07:09:25
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:06
| 2026-01-12 06:43
| 2026-01-12 06:09
| 2026-01-12 05:13










































