Penembak Bondi Beach Dijerat Tuduhan Terorisme, Polisi Kaitkan dengan ISIS

2026-01-11 23:00:42
Penembak Bondi Beach Dijerat Tuduhan Terorisme, Polisi Kaitkan dengan ISIS
SYDNEY, AUSTRALIA — Polisi Australia pada Rabu resmi menjerat terduga pelaku penembakan massal di Bondi Beach, Sydney, Naveed Akram, dengan dakwaan terorisme serta 15 tuduhan pembunuhan.Serangan tersebut disebut sebagai penembakan massal paling mematikan di Australia dalam beberapa dekade terakhir.Kepolisian Negara Bagian New South Wales menyatakan, Naveed diduga melakukan aksinya untuk tujuan ideologis keagamaan sekaligus menebar ketakutan di tengah masyarakat.Baca juga: PM Australia Tak Terima Penembakan Bondi Beach Dikaitkan dengan Pengakuan Palestina“Polisi akan menuduh di pengadilan bahwa pria tersebut melakukan tindakan yang menyebabkan kematian, luka serius, dan membahayakan nyawa untuk memajukan suatu tujuan keagamaan serta menimbulkan ketakutan di komunitas,” demikian pernyataan polisi New South Wales.Polisi juga menegaskan bahwa indikasi awal mengarah pada aksi terorisme yang terinspirasi oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris di Australia.“Indikasi awal menunjukkan serangan teroris yang terinspirasi oleh ISIS, sebuah organisasi teroris terdaftar di Australia,” kata polisi dalam pernyataan resmi.AFP/DAVID GRAY Barang-barang milik anggota komunitas Yahudi terlihat di lokasi penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Dua pria bersenjata yang menembak dan membunuh 15 orang dalam perayaan Yahudi di Pantai Bondi pada Minggu adalah seorang ayah berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun, kata polisi Australia. Menurut otoritas setempat, Naveed Akram dan ayahnya, Sajid Akram, melepaskan tembakan ke arah sebuah festival Yahudi yang digelar di kawasan pantai Bondi pada Minggu .Akibat serangan tersebut, 16 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.Baca juga: Penembak Bondi Beach Ternyata Ikut Latihan Militer di Asia Tenggara Sebelum SeranganDi antara para korban terdapat seorang anak perempuan berusia 10 tahun, dua penyintas Holocaust, serta sepasang suami istri yang tewas ditembak saat berusaha menghentikan aksi penyerangan tersebut.Naveed Akram dilaporkan mengalami luka kritis setelah ditembak polisi dalam upaya menghentikan serangan. Media lokal menyebutkan ia baru sadar dari koma pada Selasa malam.Sementara itu, ayahnya, Sajid Akram, tewas dalam baku tembak dengan aparat kepolisian di lokasi kejadian.Selain dakwaan terorisme dan 15 tuduhan pembunuhan, Naveed juga dijerat 40 tuduhan menyebabkan luka berat dengan niat membunuh.Ia juga didakwa atas pelanggaran terkait penampilan simbol organisasi teroris terlarang di ruang publik.Polisi menemukan dua bendera buatan sendiri yang terkait dengan ISIS di dalam sebuah mobil yang terdaftar atas nama Naveed dan diparkir di dekat kawasan pantai Bondi.Hingga kini, Naveed Akram masih menjalani perawatan di rumah sakit. Polisi menyatakan, ia akan menghadapi sidang pengadilan pada Rabu melalui sambungan audiovisual.Baca juga: Ibu Penembak Bondi Beach Beberkan Rencana Pelaku Sebelum Beraksi


(prf/ega)