Hampir Tak Lulus Kuliah, Aji Kini Jadi Sarjana Terapan Termuda UGM 2025

2026-01-12 00:25:05
Hampir Tak Lulus Kuliah, Aji Kini Jadi Sarjana Terapan Termuda UGM 2025
- Pemuda asal kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Aji Bambang Sasongko terharu sekaligus bersyukur dinobatkan menjadi lulusan termuda program sarjana terapan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026, Rabu di Grha Sabha Pramana, Yogyakarta.Usia Aji baru 20 tahun 8 bulan, paling muda di antara 423 lulusan sarjana terapan pada wisuda kali ini.Adapun rata-rata lulusan program sarjana terapan adalah 22 tahun 6 bulan.Mengambil program studi D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, masa studi Aji berjalan selama tiga tahun 11 bulan.Baca juga: Kisah Dwiarso, Wakil Ketua Mahkamah Agung Lulus S3 Unair Dapat IPK 4,00Lulus cepat adalah salah satu target Aji, namun ia mengaku perkuliahan tidak semulus yang diharapkan.Dengan perolehan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,79 ia berhasil lulus dan mendapat predikat cumlaude.Di masa sekolah menengah Aji berhasil mengikuti program akselerasi dari SMPN 1 Tasikmalaya ke SMAN 1 Tasikmalaya.“Tentu berkat dorongan dari Ibu, saya dapat memasuki perkuliahan di umur 16 tahun,” ujarnya, dikutip dari situ UGM Selasa .Baca juga: Kisah Sania Wisudawan UGM Raih IPK 3,98, Tertinggi dari Semua LulusanSelama kuliah, Aji juga pernah mengikuti program non-degree di University of Missouri Kansas City selama satu semester dengan program studi Artificial Intelligence dari program IISMA yang diselenggarakan Kemendikbudristek RI.Ia pun pernah memenangkan kompetisi karya terapan.Aji mengambil tugas akhir kontrol sistem robust dengan Cascade Sliding Mode Control dengan mudah menstabilkan posisi drone dengan akurasi tinggi terhadap setpoint dan tahan terhadap gangguan eksternal.Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar perkuliahan sejak tahun pertama, Aji perlu bekerja sambilan.“Saya pernah kerja sambilan hingga terancam tidak dapat menyelesaikan studi,” kenangnya.Aji ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam kepada berbagai pihak yang telah membantu dan memotivasinya.Antara lain ialah dosen pengampu, Fakih Irsyadi S.T., M.T., hingga dosen pembimbing akhir, Jans Hendry S.T., M.Eng., serta rekan-rekan sesama aktivis BEM KM.Baca juga: Berusia 63 Tahun, Wakil Ketua MA Dwiarso Budi Lulus S3 dengan IPK Bulat Sempurna 4,00Aji berpendapat, mahasiswa tidak perlu menjadi lulusan termuda, sebab dapat menyelesaikan studi hingga akhir sudah cukup memberikan rasa puas menebus usaha selama ini."Saya selalu berpegang teguh pada kata-kata William Shakespeare pada karyanya yang berjudul Hamlet, To be, or not to be, that is the question,” sebutnya.


(prf/ega)