Kenapa Hari Natal Identik dengan Pohon Cemara? Ini Asal-usulnya

2026-01-14 01:38:19
Kenapa Hari Natal Identik dengan Pohon Cemara? Ini Asal-usulnya
- Pohon Natal hampir selalu hadir dalam perayaan Natal, baik di rumah, pusat perbelanjaan, maupun ruang publik.Kehadiran pohon yang dihias lampu dan ornamen ini membuat banyak orang mengaitkan Hari Natal secara langsung dengan pohon Natal.Namun, keterkaitan tersebut terbentuk melalui proses sejarah yang panjang dan bertahap.Baca juga: Sejarah Pohon Natal, Berasal dari JermanSejarah menunjukkan bahwa tradisi pohon Natal berawal dari Eropa, khususnya wilayah Jerman.Jauh sebelum menjadi bagian dari perayaan Natal modern, masyarakat setempat telah menggunakan pohon hijau sebagai simbol kehidupan, terutama saat musim dingin.Dalam tradisi Kristen di Jerman pada Abad Pertengahan, dikenal penggunaan paradise tree. Pohon ini melambangkan Taman Eden dan biasanya dihias dengan buah apel.Paradise tree dipajang di rumah pada 24 Desember, yang saat itu diperingati sebagai hari Adam dan Hawa.Baca juga: Tradisi Malam Natal, 24 DesemberSeiring waktu, paradise tree berkembang menjadi pohon Natal. Berbagai hiasan mulai ditambahkan untuk memperkuat makna religiusnya.Pada abad ke-16, lilin mulai dipasang di pohon sebagai simbol terang, yang kemudian menjadi salah satu elemen penting dalam dekorasi pohon Natal.Perkembangan ini membuat pohon Natal semakin dikenal sebagai bagian dari perayaan Natal, tidak hanya sebagai simbol dekoratif, tetapi juga sebagai sarana pengingat makna religius.Baca juga: Sejarah Natal, Hari Raya Umat KristianiPohon cemara atau fir menjadi jenis pohon yang paling sering digunakan sebagai pohon Natal. Pohon ini termasuk evergreen, yaitu tetap hijau sepanjang musim dingin. Kondisi tersebut membuatnya dipandang sebagai simbol kehidupan dan harapan di tengah cuaca dingin dan gelap.Karakteristik ini memperkuat makna simbolis pohon Natal dan membuatnya bertahan sebagai pilihan utama hingga kini.Baca juga: Sejarah Pohon Natal dan MaknanyaTradisi pohon Natal menyebar ke Inggris melalui pengaruh budaya Jerman. Pada akhir abad ke-18, istri Raja George III yang berasal dari Jerman diketahui telah menghias pohon Natal untuk keluarganya.Namun, popularitas pohon Natal meningkat pesat pada abad ke-19.Ratu Victoria dan Pangeran Albert menjadikan pohon Natal sebagai bagian penting dari perayaan Natal keluarga kerajaan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-14 01:30