Cara Baru Hotel Tarik Minat Traveler via TikTok hingga Gandeng Influencer

2026-01-11 03:43:53
Cara Baru Hotel Tarik Minat Traveler via TikTok hingga Gandeng Influencer
- Persaingan di industri perhotelan kian sengit, terutama di era digital saat para tamu membandingkan harga, fasilitas, hingga ulasan, sebelum memilih akomodasi.Demi menarik perhatian calon tamu, sejumlah hotel melakukan berbagai strategi promosi, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial, seperti TikTok dan Instagram.Sejumlah hotel juga mulai menggandeng influencer untuk menampilkan pengalaman menginap mereka secara lebih menarik dan autentik."Sekarang lebih ke digital ya, eranya lebih ke sana. Kami manfaatkan semua media sosial, termasuk bekerja sama dengan pegiat sosial media, seperti vlogger dan influencer," ungkap General Manager Mercure Garut City Centre, Winaryo, di sela media trip Accor-Jawa Barat, Rabu .Baca juga: Hotel Sultan Tetap Beroperasi di Tengah Polemik Kepemilikan, Berapa Tarif Menginapnya?Dari sekian banyak influencer yang berfokus pada konten hotel, Winaryo mengaku mengkurasi pegiat sosial yang diajak bekerja sama dengan memilih kreator konten lokal.Kerja sama ini bertujuan mempromosikan Mercure Garut City Centre yang belum genap setahun berdiri sejak Januari 2025."Garut ini juga menuju destinasi wisata nasional, toh. Jadi, kami ingin menggaet lebih banyak turis nasional ke kota ini," ungkap dia.Winaryo melalui menyebutkan angka pasti mengenai peningkatan okupansi yang diperoleh dari promosi lewat influencer.Baca juga: Hotel di Garut Pemandangan 3 Gunung, Cocok untuk Liburan Akhir PekanKompas.com/Krisda Tiofani General Manager Mercure Garut City Centre, Winaryo, di sela media trip Accor-Jawa Barat, Rabu .Namun, ia mengaku, melalui kampanye di media sosial, hotel ini berhasil menargetkan pasar secara lebih tepat berdasarkan demografi dengan kisaran usia tamu sekitar 25-44 tahun."TikTok itu sendiri berdampak besar buat Mercure Garut. Jadi, orang-orang datang ke Garut itu bukan hanya ke Mercure Garut, tapi melihat Garut itu sebagai destinasi wisata lewat TikTok," ujar Winaryo."Kami bisa percaya diri mengatakan bahwa pariwisata di Garut meningkat semenjak ada Mercure Garut, bisa dibilang lebih dari 200 persen," sambung dia.Baca juga: Ekspektasi vs Realita, Menguak Peran Fotografi dalam Promosi Desa WisataKompas.com/Krisda Tiofani Dodol Garut yang sudah dikemas di pabrik Dodol Picnic di Garut, Jawa Barat. Pabrik dodol Garut legendaris sejak 1949. Difoto Rabu .Kontribusi ini, lanjut dia, tak lepas dari naungan Accor Group yang fokus meningkatkan potensi wisata lokal, bekerja sama dengan UMKM dekat hotel.Secara khusus, merek-merek kuliner legendaris di Garut, seperti Dodol Picnic yang dikenal sebagai pelopor dodol daerah ini.Strategi promosi yang sama juga dilakukan merek hotel Accor Group lainnya, yakni Mercure Bandung City Centre.Baca juga: Kemendagri Izinkan Rapat di Hotel, Hotel di Malang Mulai PromosiMarketing Communication Manager Mercure Bandung City Centre, Dyah Annisa, mengatakan, saat ini pengaruh media sosial, khususnya, TikTok, cukup signifikan bagi promosi hotel.Selama satu bulan terakhir, sekitar 30 kreator konten bekerja sama dengan online travel agent (OTA) untuk membuat konten di hotel ini."Kalau berapa persen kenaikannya, kami belum bisa bilang karena kami baru fokus sejak bulan lalu," kata Dyah di sela media trip Accor-Jawa Barat, Kamis .Baca juga: Kalah dari Malaysia, DPR Usul Menpar Minta Prabowo Biayai Promosi Wisata lewat Danantara


(prf/ega)