KUPANG, - Sidang lanjutan kasus kematian Prajurit Dua (Prada) Lucky Namo masih digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Selasa sore.Setelah mendengar keterangan dua orang dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, sebagai saksi, pada Selasa pagi, sidang kembali dilanjutkan dengan keterangan dari lima orang saksi.Satu di antara lima saksi yang dihadirkan dalam persidangan yakni Maria Anselina Made, yang merupakan ibu angkat dari Prada Lucky.Baca juga: Sidang Lanjutan di Mahkamah Militer, Dokter Sebut Prada Lucky Dilaporkan Jatuh dari BukitDi hadapan pimpinan sidang, Mayor Chk Subiyatno, serta dua hakim anggota Kapten Chk Dennis Carol Napitupulu dan Kapten Chk Zainal Arifin Anang Yulianto serta Oditur Militer Letnan Kolonel (Letkol) Yusdiharto, Maria menjelaskan, sejak awal dirinya mulai mengenal Lucky hingga anak angkatnya itu meninggal.Maria mengaku mengenal Lucky di barak militer Batalyon 834/MW karena rumahnya berdekatan.Saat itu, dia diajak oleh seorang ibu rumah tangga yang merupakan tetangganya untuk mengambil makanan ternak di dapur barak militer itu.Baca juga: Di Sidang Militer, Saksi Mengaku Lihat Tubuh Prada Lucky Penuh Luka dan NanahDi dapur, dia mulai mengenal Lucky dan sejak itu Lucky pun kerap bermain ke rumahnya ketika ada waktu izin bermalam. Lucky akhirnya dianggap sebagai anak oleh dia dan suaminya.Pada tanggal 27 Juli 2025, Lucky sempat ke rumahnya dalam kondisi badan penuh luka."Waktu itu saya tanya, kenapa badan luka. Lucky lalu jawab kalau dia dianiaya para seniornya. Dia dipukul pakai selang kompresor," ungkap Maria.Lucky lalu meminta Maria membuat teh panas untuk diminum. Setelah itu Lucky beristirahat di kamar. Maria juga memberikan obat pereda nyeri untuk diminum.Sebelum istirahat, Lucky sempat berpesan agar Maria tidak memberitahukan keberadaanya jika ditanya oleh para seniornya.Permintaan itu dipenuhi Maria. Tak lama kemudian, Maria ditelepon oleh senior Lucky. Maria pun tidak menginformasikan keberadaan Lucky."Seniornya telepon saya pakai HP-nya Lucky yang ada di barak," ungkap dia.Namun, selang beberapa waktu kemudian, Maria ditelepon lagi oleh para senior Lucky dan menyampaikan Lucky sedang berada di rumahnya."Tidak tahu siapa yang memberitahu mereka kalau Lucky ada di rumah. Sehingga saya akhirnya kasih tahu kalau memang Lucky ada di rumah. Mereka akhirnya datang sekitar 10 orang," ungkap Maria.
(prf/ega)
Ibu Angkat Sempat Berpesan kepada Para Senior agar Prada Lucky Tak Dianiaya Lagi
2026-01-12 04:40:46
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:27
| 2026-01-12 04:53
| 2026-01-12 03:27
| 2026-01-12 03:20
| 2026-01-12 03:19










































