1.392 Personel Gabungan Dikerahkan Jaga Demo Buruh di Jakarta

2026-01-12 07:31:17
1.392 Personel Gabungan Dikerahkan Jaga Demo Buruh di Jakarta
JAKARTA, – Polisi mengerahkan 1.392 personel gabungan untuk mengamankan demo buruh di Jakarta Pusat hari ini Senin ."Total 1.392 personel gabungan Polda, Polres, dan Polsek dikerahkan untuk pelayanan unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat hari ini," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlin Sumantri saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.Erlin mengatakan ada dua titik demo digelar di Jakarta Pusat, hari ini Senin. Pertama demo dari massa dari Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia di Gambir.“Pagi pukul 07.00 WIB dimulai dengan TWG dan Apel Pengamanan Aksi Unjuk rasa dari Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Perda KSPI) Provinsi DKI Jakarta dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir,” kata Erlin.Baca juga: Buruh Demo di Istana Hari Ini, Tolak UMP Jakarta 2026 Rp 5,7 JutaSelain di Gambir, kelompok buruh dari Komite Eksekutif Partai Buruh juga menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.Unjuk rasa itu digelar adanya persidangan tersangka tindak pidana dugaan penghasutan demonstrasi pada Agustus 2025 lalu.“Selanjutnya pukul 08.00 WIB Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa dari Komite Eksekutif Partai Buruh dan Pengamanan Sidang Tindak Pidana Dugaan Penghasutan dalam Aksi Demonstrasi, No Perkara 742/Pid.Sus-2025/PN JKT di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” jelas Erlin.Massa buruh akan demo menolak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2026 Rp 5,7 juta di Istana, Jakarta Pusat, Senin hari ini.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan UMP DKI 2026 tidak masuk akal jika biaya hidup di Jakarta lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Karawang.Upah minimum di Bekasi dan Karawang pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 5,95 juta per bulan.“Upah buruh di pabrik panci lebih tinggi dibandingkan upah di bank-bank internasional, bank-bank Himbara, dan perusahaan-perusahaan raksasa asing yang berkantor di Jakarta. Jelas hal ini tidak masuk akal,” kata Said kepada Kompas.com, Minggu .Baca juga: Buruh Demo di Jakarta Hari Ini, Berikut Rute Alternatif Hindari MacetMenurut Said, tidak mungkin daya beli di Jakarta lebih kecil dibandingkan daya beli di Bekasi dan Karawang.Said pun menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merevisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi Rp 5,89 juta per bulan.


(prf/ega)