Libur Natal 2025, Pantai Slopeng Mulai Ramai meski Tak seperti Dulu

2026-02-04 04:15:15
Libur Natal 2025, Pantai Slopeng Mulai Ramai meski Tak seperti Dulu
SUMENEP, – Memasuki libur Natal 2025, sejumlah wisata bahari di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai ramai dikunjungi wisatawan. Meski demikian, jumlah kunjungan terpantau belum seramai libur panjang pada tahun-tahun sebelumnya.Pantauan Kompas.com di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, sejak pagi hari terlihat peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan hari biasa.Para wisatawan datang secara bertahap bersama keluarga maupun rombongan kecil untuk menikmati hamparan pasir yang menjadi daya tarik utama.“Kalau dibandingkan tahun-tahun lalu, libur Natal sekarang ini memang belum seramai dulu,” kata penjaga Pantai Slopeng, Ek Sugianto, kepada Kompas.com di Sumenep, Kamis .Pria yang akrab disapa Iik ini menduga, berkurangnya jumlah pengunjung salah satunya dipengaruhi oleh semakin banyaknya pilihan destinasi wisata buatan dan wahana baru di Kabupaten Sumenep.Baca juga: Catat, 12 Titik Rawan Macet saat Libur Nataru di JatimKehadiran tempat rekreasi baru membuat konsentrasi wisatawan kini terbagi dan tidak hanya terpusat di pantai.“Sekarang kan di Sumenep sudah banyak wisata buatan dan tempat rekreasi baru, jadi pengunjung tidak hanya terpusat di pantai saja,” tambah Iik.Meski kondisi saat ini tergolong landai, Iik tetap optimistis jumlah pengunjung Pantai Slopeng akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan.Hal ini mengingat masa libur Natal dan menjelang Tahun Baru 2026 masih cukup panjang.“Ini kan baru hari pertama libur, masih ada sekitar tiga hari ke depan, biasanya pengunjung akan terus bertambah,” ucapnya.Menurut Ek Sugianto, pada momentum libur panjang nasional, Pantai Slopeng biasanya mampu menarik hingga 500 wisatawan setiap harinya.Namun, pada hari pertama libur Natal 2025 ini, jumlah wisatawan yang datang diperkirakan baru menyentuh angka seratusan orang.“Untuk hari ini, perkiraannya baru sekitar 100-an pengunjung yang datang,” ungkap Iik.Selain menikmati panorama alam, para pengunjung yang datang tampak mencoba sejumlah wahana yang tersedia, seperti all terrain vehicle (ATV) hingga wisata naik kuda menyisiri bibir pantai.Pengelola terus bersiaga untuk memastikan kenyamanan para wisatawan lokal yang mendominasi kunjungan hari ini.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-04 03:25