DK PBB Gelar Voting Penentu Pembentukan Pasukan Internasional di Gaza

2026-01-12 06:22:22
DK PBB Gelar Voting Penentu Pembentukan Pasukan Internasional di Gaza
WASHINGTON DC, - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan menggelar pemungutan suara (voting) pada Senin .Yakni terkait rancangan resolusi Amerika Serikat (AS) yang memperkuat rencana perdamaian Gaza versi Donald Trump, termasuk rencana pengerahan pasukan internasional.Washington memperingatkan bahwa kegagalan untuk mengambil keputusan dapat memicu kembali eskalasi pertempuran di Gaza.Baca juga: Warga Gaza Hadapi Banjir Saat Hujan Deras Pertama Rendam Kamp PengungsianRancangan resolusi tersebut telah mengalami beberapa revisi selama negosiasi intensif.Draf itu menyatakan dukungan atas rencana perdamaian yang memungkinkan gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hamas, yang mulai diberlakukan pada 10 Oktober di wilayah yang telah hancur akibat perang selama dua tahun itu.Dalam versi terbaru naskah yang dilihat AFP, resolusi mengesahkan pembentukan International Stabilization Force (ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional.Pasukan ini akan bekerja bersama Israel, Mesir, serta polisi Palestina terlatih baru untuk mengamankan wilayah perbatasan dan mendemiliterisasi Jalur Gaza.ISF juga akan bertugas menonaktifkan senjata kelompok bersenjata non-negara, melindungi warga sipil, dan menjamin koridor bantuan kemanusiaan tetap berfungsi.Selain itu, resolusi tersebut membuka jalan bagi pembentukan Dewan Perdamaian, sebuah badan pemerintahan transisi di Gaza yang secara teoritis akan dipimpin Donald Trump dengan masa mandat hingga akhir 2027.Berbeda dari draf sebelumnya, naskah terbaru memasukkan kemungkinan pembentukan negara Palestina di masa depan.Baca juga: AS Rencana Bagi Gaza Jadi Zona Hijau-Merah di Bawah Kendali Israel dan InternasionalDisebutkan bahwa peluang menuju penentuan nasib sendiri dan kenegaraan Palestina dapat terbuka setelah Otoritas Palestina menyelesaikan reformasi dan proses rekonstruksi Gaza berjalan.Pemerintah Israel menolak keras wacana tersebut. “Penentangan kami terhadap negara Palestina di wilayah mana pun tidak berubah,” ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam rapat kabinet pada Minggu.Pemungutan suara di Dewan Keamanan berlangsung pada Senin pukul 17.00 waktu setempat.Rusia, sebagai negara dengan hak veto, mengedarkan rancangan tandingan. Moskwa menilai dokumen buatan AS belum cukup kuat menjamin pembentukan negara Palestina.Dalam naskah Rusia yang dilihat AFP, Moskwa meminta Dewan Keamanan menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara.


(prf/ega)