Paus Terdampar di Perairan Gilimanuk, Petugas Coba Dorong ke Laut Lepas

2026-01-11 23:14:23
Paus Terdampar di Perairan Gilimanuk, Petugas Coba Dorong ke Laut Lepas
JEMBRANA, — Seekor paus terdampar di perairan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Selasa .Mamalia laut tersebut ditemukan terdampar dalam keadaan hidup di sebelah barat dermaga Pelabuhan Gilimanuk.Peristiwa ini mengundang perhatian warga.Sejumlah petugas berupaya menyelamatkan paus tersebut agar kembali ke laut lepas.Baca juga: Tak Sengaja Terjaring, Bayi Hiu Paus di Teluk Saleh NTB Beri Kejutan bagi DuniaKapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Arya Agung Arjana Putra, mengatakan informasi awal mengenai paus terdampar itu diterima sekitar pukul 09.50 Wita.Paus tersebut ditemukan dalam kondisi terdampar di perairan laut dengan jarak kurang lebih 500 meter dari dermaga Landing Craft Mechanized (LCM) Pelabuhan Gilimanuk."Begitu menerima laporan warga, kami berkoordinasi dan mengerahkan personel untuk melakukan pemantauan sekaligus upaya penyelamatan di lokasi," ujar Arya, Selasa.Baca juga: Hiu Paus 5,2 Meter Mati Terdampar di Pantai Purworejo, Lambung Masih Penuh MakananUpaya penyelamatan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Sat Polairud Polres Jembrana, Pos TNI AL Gilimanuk, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).Kata Arya Agung, petugas berusaha mendorong paus agar kembali ke tengah laut dengan memanfaatkan gelombang air dari kapal patroli."Sekitar pukul 10.20 Wita, tim mencoba membuat gelombang menggunakan Kapal Polisi Jaga Nusa dan Rigid Inflatable Boat milik Pos AL Gilimanuk. Tujuannya agar paus tersebut dapat bergerak menjauh dari area dangkal menuju laut lepas," jelasnya.Baca juga: 24 Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa, Dipicu Keracunan Logam hingga Perubahan IklimNamun hingga pukul 11.25 Wita, paus tersebut masih berada di sekitar lokasi awal terdampar.Tim gabungan pun memutuskan untuk terus memantau sembari menunggu kondisi air laut pasang."Kami tetap siaga di lokasi. Keselamatan satwa menjadi prioritas, dan kami menunggu momentum air pasang untuk membantu paus kembali ke habitatnya," tambah Arya Agung.


(prf/ega)