WASHINGTON, - Amerika Serikat mengerahkan pasukan Angkatan Udara ke Ekuador untuk memerangi perdagangan narkoba pada Rabu .Pengerahan pasukan ini terjadi di tengah ketegangan AS dengan Venezuela yang pemimpinnya dituduh sebagai bos kartel narkoba.Dikutip dari AFP, pasukan AS tersebut akan ditempatkan di pangkalan angkatan udara Manta di Ekuador.Manta berfungsi sebagai pangkalan AS selama satu dekade hingga 2009.Baca juga: Trump Tekan PM Baru Ceko agar Beli Jet Tempur F-35 ASMenurut kedutaan besar AS di Quito, pengerahan tersebut merupakan operasi sementara bersama Angkatan Udara Ekuador di Manta."Upaya bersama jangka pendek ini akan meningkatkan kapasitas pasukan militer Ekuador untuk memerangi teroris narkoba," kata kedutaan tersebut."Termasuk memperkuat pengumpulan intelijen dan kemampuan anti-perdagangan narkoba, serta dirancang untuk melindungi AS dan Ekuador dari ancaman yang kita hadapi bersama," sambungnya.Sementara, Presiden Ekuador, Daniel Noboa yang merupakan sekutu terdekat Donald Trump, mengatakan bahwa operasi tersebut memungkinkan untuk membongkar rute perdagangan narkoba.Operasi gabungan itu juga diharapkan mampu menundukkan pihak yang ingin mengambil alih negara.Baca juga: AS Tetapkan Kelompok Ini sebagai Organisasi TerorisAFP/RODRIGO BUENDIA Presiden Ekuador yang terpilih kembali, Daniel Noboa, saat difoto di Istana Presiden Carondolet, Quito, 15 April 2025.Noboa berupaya membalikkan gelombang kekerasan kartel narkoba yang mengubah negara menjadi salah satu yang paling mematikan.Pelabuhan Guayaquil dan Manta merupakan titik keluar utama untuk kokain yang diproduksi di negara tetangga, Kolombia dan Peru.Noboa yang berhaluan kanan berpendapat, Ekuador membutuhkan bantuan dari luar untuk memerangi geng-geng yang bersaing memperebutkan kendali atas rute perdagangan narkoba.Sementara, AS di bawah pemerintahan Trump secara agresif berupaya memerangi operasi narkoba di Amerika Latin.Sebelumnya, pasukan angkatan laut dan udara AS dalam jumlah besar telah dikerahkan di perairan lepas pantai Amerika Latin.Puluhan perahu kecil yang diduga menyelundupkan narkoba telah dibom di Laut Karibia dan Samudra Pasifik, menewaskan sedikitnya 95 orang hingga saat ini.Terbaru, Trump juga mengumumkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan digunakan untuk mengangkut minyak Venezuela.
(prf/ega)
Ketegangan Meluas, AS Kini Kerahkan Pasukan ke Ekuador
2026-01-11 23:25:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:59
| 2026-01-11 22:32
| 2026-01-11 22:31
| 2026-01-11 22:23
| 2026-01-11 22:20










































