42 Mustahik Siap Naik Kelas Jadi Wirausaha Mandiri pada Inagurasi Wirausaha Berdaya 2025

2026-02-01 23:30:41
42 Mustahik Siap Naik Kelas Jadi Wirausaha Mandiri pada Inagurasi Wirausaha Berdaya 2025
– Program Wirausaha Berdaya resmi menyelesaikan batch pertama yang ditandai dengan penyelenggaraan kegiatan Inagurasi Wirausaha Berdaya 2025 di Museum Mandiri, Jakarta Barat, Sabtu .Lewat kegiatan inagurasi itu, seluruh peserta secara resmi ditetapkan sebagai alumnus Wirausaha Berdaya 2025.Sebagai puncak dari rangkaian program pemberdayaan ekonomi, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas usaha mustahik (penerima zakat). Dengan demikian, mereka mampu berkembang menjadi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.Kegiatan itu juga diharapkan dapat mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki (orang yang membayar zakat).Setelah melalui pendampingan intensif selama sekitar tiga hingga empat bulan, sebanyak 42 peserta dinyatakan lolos dan menerima bantuan modal usaha.Program Wirausaha Berdaya sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung dan HIPMI Academy sebagai mitra pelaksana.Kolaborasi itu menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga filantropi dan organisasi pengusaha dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis kewirausahaan yang berorientasi pada kemandirian jangka panjang.Ketua Yayasan MAI Foundation Bily Arkan menyampaikan, bahwa program tersebut tidak hanya dirancang sebagai penyaluran bantuan modal usaha, tetapi juga sebagai pemberdayaan berkelanjutan untuk membentuk pengusaha mustahik yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.“Program Wirausaha Berdaya merupakan bagian dari upaya kami dalam membangun kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan sehingga ke depan mereka mampu bertransformasi dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat,” ujar Bily dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin .Senada, Direktur MAI Foundation Zainal Abidin turut menegaskan manfaat pendampingan yang terstruktur agar para peserta mampu mengelola usaha secara profesional dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.“Pendampingan menjadi kunci agar usaha yang dijalankan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” jelas Zainal.Sementara itu, Manager Pemberdayaan dan Pendistribusian MAI Foundation Abdul Hadi menekankan bahwa Wirausaha Berdaya merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi yang terukur dan berkelanjutan, dengan indikator capaian yang jelas bagi setiap peserta.Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.Materi pendampinganSelama pembinaan, program tersebut didampingi secara langsung oleh Direktur HIPMI Academy Ganjar Hidayat. Ia berperan aktif sejak tahap awal hingga pelaksanaan inagurasi.Ketua HIPMI Kota Bandung Ibrahim Imaduddin Islam juga memberikan dukungan dengan mendorong keterlibatan pengusaha muda dalam penguatan ekosistem UMKM berbasis pemberdayaan.Selama pendampingan, para peserta mendapatkan pembinaan yang mencakup penguatan mindset kewirausahaan, pengelolaan usaha, peningkatan kapasitas produksi, serta strategi pemasaran sebagai bekal dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.Peserta Wirausaha Berdaya 2025 diklasifikasikan ke dalam empat kategori capaian berdasarkan tingkat perkembangan dan kinerja usahanya. Pengelompokan tersebut dilakukan demi mendorong peningkatan kapasitas usaha secara bertahap dan terukur.Adapun kategori tertinggi adalah Wiraberdaya Visioner. Kategori ini berisi lima peserta yang dinilai memiliki visi usaha yang kuat, keberlanjutan bisnis, serta potensi dampak sosial yang tinggi.Kemudian, pada kategori kedua ada Wiraberdaya Kompeten yang diikuti oleh 10 peserta dengan kemampuan pengelolaan usaha yang baik dan konsisten.Selanjutnya adalah kategori Wiraberdaya Produktif dengan jumlah 15 peserta yang telah mampu menjaga produktivitas usaha secara stabil. Terakhir, yaitu kategori Wiraberdaya Bertumbuh dengan jumlah 12 peserta yang dapat menunjukkan progres dan potensi pertumbuhan usaha ke arah yang lebih baik.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-01 21:38