Rawan Tumbang, Pohon Beringin 35 Meter Depan Balai Kota Bogor Ditebang

2026-01-14 16:31:59
Rawan Tumbang, Pohon Beringin 35 Meter Depan Balai Kota Bogor Ditebang
Pohon beringin kebo dengan nama ilmiah Focus elastica berukuran besar di depan Balai Kota Jl Ir H Juanda, Kota Bogor, ditebang. Pohon berusia lebih dari 50 tahun ini ditebang karena rawan tumbang dan kemiringannya mencapai 60 derajat."Jadi pohon ini sudah mengalami kajian yang cukup panjang dan termasuk pohon bersejarah. Namun sudah tidak strategis. Dia berada di pinggir jalan, kemiringan pohon sudah lebih dari 60 derajat," Kabid Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Devi Librianti, Kamis ."Ditambah kondisi akar batangnya, istilahnya kambium-kambiumnya sudah mengalami kerusakan parah. Jadi kami memutuskan untuk menebang pohon tersebut. Kami mohon izin kepada pemerhati lingkungan maupun masyarakat, mohon maaf yang sebesar-besarnya," lanjutnya.Pohon beringin kebo raksasa ini berada persis di gerbang utama gedung Balai Kota Bogor dan berseberangan dengan gerbang pintu 2 Istana Kepresidenan Bogor. Pohon setinggi 35 meter dan berdiameter 3 meter ini diperkirakan berusia lebih dari 50 tahun."Usianya? Dokumentasi kami 1972 sudah besar ukuran pohonnya, jadi kami tidak bisa memperkirakan. Tapi kalau kita asumsikan pohon ini sama dengan umur balai kota. Yang jelas usianya lebih dari 50 tahun. Diameter pohon sudah 3 meter. Tingginya sebelum kami pangkas itu 35 meter," imbuhnya.Pohon ini tebang karena dianggap rawan membahayakan pengendara yang melintas di bawahnya. Sementara Jl Ir Juanda merupakan jalur utama yang selalu ramai setiap saat."(Alasan ditebang) jelas ini membahayakan ya, kemiringannya sudah 60 derajat, di pinggir jalan. Pada saat dia jatuh (tumbang), bahayanya bukan hanya kepada pengguna jalan, tetapi ke pagar Istana Bogor," kata Devi.Petugas terlihat mulai memangkas batang-batang pohon beringin kebo di bagian atas. Pemangkasan dilakukan petugas menggunakan mobil skylift milik Disperumkim Kota Bogor.Arus lalu lintas di Jl Juanda sempat ditutup pada saat proses pemangkasan berlangsung. Petugas Satlantas Polresta Bogor dan Dishub Kota Bogor tampak bersiaga mengatur arus kendaraan. Devi Librianti mengatakan pemangkasan hari ini merupakan tahapan penebangan pohon beringin kebo. Devi juga meminta maaf karena proses pemangkasan mengganggu kelancaran arus lalulintas."Pertama kami mohon maaf sebesar besarnya kepada masyarakat yang terganggu perjalanannya pagi ini. Hari ini saja kami lakukan pemangkasan di siang hari, sampai pada titik aman sehingga kami bisa lakukan pengikatan-pengikatan ataupun pemangkasan," kata Devi.Devi menyebut pemangkasan dilakukan sejak beberapa hari lalu pada malam hari. Akan tetapi ada beberapa titik pemangkasan yang tidak bisa dilakukan pada malam hari, karena membahayakan petugas."Permohonan maaf juga dari kami kepada masyarakat. Kenapa ini ditebangnya siang hari? Sebenarnya kami sudah beberapa kali melakukan pemangkasan pada malam hari, tetapi ada satu titik di mana kami tidak bisa lakukan pemangkasan di malam hari," imbuhnya.Lihat juga Video: Pohon Beringin 'Raksasa' di Tasikmalaya Tumbang, Belasan Rumah Rusak[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 16:54