Momen Haru Gibran saat Tahu Ada Siswa SMP di Papua yang Seragamnya Bolong

2026-02-04 02:55:40
Momen Haru Gibran saat Tahu Ada Siswa SMP di Papua yang Seragamnya Bolong
MANOKWARI, - Momen haru terjadi dalam kunjungan kerja (kunker) Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming ketika meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 14 Nuni, Manokwari, Papua Barat, Rabu .Ketika Gibran sedang berkeliling mengecek siswa menikmati menu MBG, tiba-tiba pandangan Gibran tertuju ke salah satu siswa bernama Yulianus.Rupanya, ada lubang di seragam siswa tersebut, tepatnya di bagian bawah lengan kanannya. Hal ini membuat Gibran menghampirinya.Gibran kemudian menanyakan anak tersebut soal seragamnya yang bolong.Baca juga: Penekanan Gibran soal Papua: Ini Bukan Tempat Pengasingan atau Pembuangan"Seragammu bolong? Ada seragam lain?," kata Gibran kepada siswa tersebut."Tidak," jawab Yulianus singkat.Setelahnya Gibran memerintahkan ajudannya untuk membelikan Yulianus seragam baru untuk sekolah.Setelah Gibran meninggalkan kelas itu, ajudan Gibran mendatangi Yulianus untuk menanyakan data agar dapat dibelikan seragam sekolah baru.Gibran pun kemudian melanjutkan pengecekan MBG ke ruang kelas lainnya.Selama kunjungannya di sekolah ini, ia memakai atribut ikat kepala khas Papua atau topi Kasuari.Baca juga: Budi Arie Manuver Ingin Masuk Gerindra: Muzani Buka Pintu, Gibran Dukung, PDIP CurigaDi SMPN 14 Nuni, Gibran juga memberikan sejumlah laptop hingga Starlink atau alat koneksi internet berkecepatan tinggi.Secara terpisah, Yulianus mengaku senang diperhatikan langsung oleh Gibran."Senang," ungkap Yulianus.Yulianus juga merasa senang dengan kehadiran program MBG. Ia berharap program ini dapat dinikmati setiap hari di sekolahnya."Mau ada (MBG) tiap hari," ujar Yulianus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-04 00:49