Jelang Inter Vs Liverpool, Chivu Tak Ambil Pusing soal Mohamed Salah

2026-01-12 16:55:50
Jelang Inter Vs Liverpool, Chivu Tak Ambil Pusing soal Mohamed Salah
- Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengesampingkan masalah Mohamed Salah dengan Liverpool menjelang pertemuan keduanya di Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026.Duel pekan keenam Liga Champions 2025-2026 antara Inter vs Liverpool akan berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu pukul 03.00 WIB.Pertandingan Inter vs Liverpool akan menentukan tim besutan Cristian Chivu lolos secara otomatis ke babak 16 besar Liga Champions atau lewat play-off.Di saat yang bersamaan, kabar mengenai keretakan hubungan Mohamed Salah dengan pelatih Liverpool, Arne Slot, menjadi sorotan.Meskipun begitu, Salah dan Slot telah menepis adanya keretakan di antara keduanya.Baca juga: Prediksi Skor Pemain Inter vs Liverpool di Liga Champions 2025-2026Meskipun Mohamed Salah dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, Cristian Chivu memilih untuk mengabaikan situasi internal di kubu lawan."Kami mengetahui kualitas Salah dan bagaimana berartinya dia untuk dunia sepak bola. Namun, situasi Salah bukan urusan saya," ujar Chivu dalam laman resmi Inter Milan pada Selasa.Pelatih asal Rumania tersebut mengingatkan skuadnya untuk tidak lengah.Menurutnya, Liverpool tetaplah klub besar yang mampu mempertahankan level permainan tinggi, bahkan tanpa kehadiran bintang utamanya."Kami mengenal kualitas mereka. Kami harus khawatir dengan Liverpool sebagai tim. Kami akan datang ke lapangan intensitas tinggi," lanjut Cristian Chivu."Kita bicara soal tim, bukan individu. Itulah sebabnya kita harus fokus pada apa yang dilakukan kelompok, bukan individu. Mereka punya banyak kualitas."Baca juga: Jadwal dan Siaran Langsung Inter vs Liverpool di Liga Champions 2025-2026Di tengah isu yang membelit lawan, Cristian Chivu memastikan bahwa Inter berada dalam kondisi terbaik.AFP/MARCO BERTORELLO Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, bereaksi dalam laga Serie A Italia antara Juventus dan Inter Milan di stadion Allianz di Turin, Italia utara, pada 13 September 2025.Ia memuji sikap para pemainnya yang menunjukkan motivasi dan kesiapan kerja keras, termasuk kontribusi dari wajah-wajah baru."Bahkan para pemain baru memberikan segalanya dan menunjukkan hal-hal hebat demi berkontribusi untuk tim," kata Chivu.Namun, Inter juga memiliki masalah cedera. Denzel Dumfries dan Matteo Darmian dipastikan absen.Sementara itu, Manuel Akanji diragukan tampil. Cristian Chivu menyatakan ia akan menentukan starting eleven berdasarkan analisis matang."Akanji menjadi salah satu bek kami dengan menit bermain terbanyak musim ini, sama seperti (Alessandro) Bastoni dan (Francesco) Acerbi," tegasnya.Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Inter vs Liverpool di Liga Champions 2025-2026"Lalu masih ada (Yann Aurel) Bisseck yang performanya sesuai harapan.""Soal siapa yang diturunkan nanti, saya akan memutuskannya berdasarkan karakter lawan, beban kerja dan intuisi," pungkas Chivu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-12 15:40