Kisah Penjaga Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Bojonggede, Totalitas meski Tak Dapat Bayaran

2026-01-11 23:26:54
Kisah Penjaga Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Bojonggede, Totalitas meski Tak Dapat Bayaran
BOGOR, - Sejak pagi buta, Kurnia Saputra sudah beranjak dari rumahnya.Pria asal Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, itu berjalan menuju perlintasan rel kereta tanpa palang pintu yang bernama Gang Paseban.Bersama beberapa temannya, Kurnia mulai membuka portal sederhana dan mengatur para pemotor yang mulai ramai menyeberangi rel.Bermodalkan handy talky (HT) yang selalu digenggamnya, pria paruh baya itu terus berkomunikasi dengan para penjaga perlintasan lain untuk mengetahui posisi kereta.Jika sudah ada aba-aba kereta melintas di titik lain, Kurnia dan rekan-rekannya sigap menarik tali yang terhubung dengan portal sederhana untuk menutup perlintasan.Para pemotor pun diminta untuk berhenti sejenak menunggu kereta melintas.Baca juga: Dari Menjahit hingga Budidaya Jamur, Kisah Sutarmi Pejuang Ekonomi Keluarga di Musi RawasKepada Kompas.com, Kurnia bercerita sudah kurang lebih tujuh tahun menjadi relawan penjaga perlintasan kereta tanpa palang pintu tersebut."Sebelum ada kereta yang baru, sudah jaga saya," kata Kurnia ditemui di lokasi, Senin .Setiap hari, ada kurang lebih 10 orang bergantian menjaga perlintasan tersebut yang dibagi ke dalam tiga shift.Shift pertama dimulai sekitar pukul 04.30 WIB-09.00 WIB, shift kedua pukul 09.00 WIB-15.00 WIB, dan shift ketiga pukul 15.00 WIB-20.00 WIB.Adapun untuk pukul 20.00 WIB-22.00 WIB khusus diisi oleh pemuda setempat agar Kurnia dan rekan-rekannya bisa beristirahat sejenak."Nanti (dilanjutkan) sampai jam 24.00 WIB, tutup portal," tuturnya.Baca juga: 52 Perlintasan Kereta Api di Jember Tanpa Penjaga dan Rawan Kecelakaan Perlintasan Gang Paseban ini tidak pernah sepi dari motor karena menjadi alternatif bagi mereka yang hendak menuju Jalan Bojonggede Kemang (Bomang) dari arah Cibinong dan sekitarnya."Apalagi kalau pagi sama sore, ramai motor bisa ribuan mungkin yang lewat kalau dihitung sehari," tuturnya.Dalam menjalani pekerjaannya ini, Kurnia dan kawan-kawan sangat totalitas meskipun tidak ada bayaran pasti.


(prf/ega)