INALUM Catat Penjualan Aluminium 236.000 Ton, Domestik Jadi Pasar Utama

2026-01-11 14:22:51
INALUM Catat Penjualan Aluminium 236.000 Ton, Domestik Jadi Pasar Utama
JAKARTA, – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), perusahaan produsen aluminium milik negara, mencatat penjualan hingga Oktober 2025 mencapai 236.517 ton. Angka ini melampaui target RKAP 231.034 ton atau 102,4 persen dari target tahunan, sekaligus meningkat dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat 227.114 ton.Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan, “Kami mengapresiasi dukungan pelanggan dan pemangku kepentingan. Hubungan baik dengan para customer menjadi fondasi pertumbuhan industri aluminium nasional.”Ia menambahkan, kontribusi pemangku kebijakan dan pelaku industri menjaga ekosistem pasar aluminium tetap kondusif dan optimis.Kinerja positif INALUM didorong oleh permintaan yang meningkat dari berbagai sektor industri dalam negeri, termasuk ekstrusi, otomotif, kabel, hingga industri lembaran aluminium.Produk unggulan Ingot G1 menjadi kontributor terbesar, diikuti Ingot S1B, Alloy, Billet, Molten, dan Ingot S2. Pasar ekspor juga mencatat performa stabil dengan Malaysia sebagai tujuan utama, diikuti Korea Selatan, Jepang, China, India, Thailand, dan negara lainnya. Secara keseluruhan, 76 persen penjualan dialokasikan untuk pasar domestik dan 24 persen untuk pasar global.Baca juga: Inalum Percepat Hilirisasi Aluminium untuk Penuhi Kebutuhan NasionalDirektur Pengembangan Usaha INALUM, Arif Haendra, menilai pencapaian ini sebagai momentum untuk tahun depan.“Penjualan yang solid di pasar domestik maupun ekspor membuktikan strategi kami berada di jalur yang tepat. Dukungan semua pihak perlu terus dijaga agar kinerja INALUM lebih baik pada 2026,” ujarnya, melalui keterangan pers, Senin .Sebagai bentuk apresiasi, INALUM menyelenggarakan Customer Gathering 2025 melalui sesi Aluminium Talk. Acara ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum diskusi soal perkembangan industri aluminium dan prospek ekonomi Indonesia.INALUM juga memberikan penghargaan kepada pelanggan loyal dari berbagai lini produk sebagai wujud terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin.Menjelang akhir tahun, INALUM menegaskan komitmen memperkuat industri aluminium nasional. Perusahaan tengah menyiapkan pengembangan pabrik pemurnian Alumina SGAR Phase 2 dengan kapasitas 2 juta ton per tahun, pembangunan smelter kedua di Mempawah, dan peningkatan kapasitas Smelter Kuala Tanjung melalui pembangunan Potline 4.Ketiga langkah strategis ini diharapkan menjadi fondasi transformasi jangka panjang menuju industri aluminium Indonesia yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.Baca juga: Inalum Pertajam Daya Saing Lewat Inovasi Hijau


(prf/ega)