Alasan Kenapa Jarak Aman Berkendara Harus Lebih Panjang Saat Hujan

2026-01-11 22:37:41
Alasan Kenapa Jarak Aman Berkendara Harus Lebih Panjang Saat Hujan
SOLO, - Berkendara di musim hujan butuh penyesuaian jarak aman menjadi lebih panjang, sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya di jalan. Bila dalam kondisi normal jarak aman 3 detik, saat hujan bisa sampai 5 detik.Cara menghitungnya, pilih patokan tetap di jalan seperti tiang, marka, atau pohon. Saat kendaraan di depan melewati patokan, mulai hitung waktunya berapa detik sampai kendaraan kita melewati patokan tersebut.Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan saat hujan, jarak aman perlu disesuaikan menjadi lebih panjang yakni 4 sampai 5 detik.Baca juga: Tips Aman Berkendara Motor Saat Musim Hujan Menurut Ahli“Tujuannya untuk mengantisipasi risiko, saat hujan visibilitas cenderung jelek, jarak pengereman bisa lebih panjang, dan ada risiko aquaplaning karena jalan licin,” ucap Marcell kepada , Senin .Dengan menyesuaikan jarak aman menjadi lebih panjang, diharapkan dapat terhindar dari risiko kecelakaan beruntun di jalan, karena pengemudi bisa memiliki waktu cukup untuk bereaksi.Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Achmad Wildan mengatakan, bahwa kecepatan kendaraan berbanding lurus dengan jarak, dan berbanding terbalik dengan waktu reaksi pengemudi.Baca juga: Motor Tahun Muda Kerap Bermasalah, Gaya Berkendara Bisa Jadi BiangDokumentasi Jasa Marga Penerapan contraflow dari Km 55 - 47 ruas ajalan tol Japek arah Jakarta, Minggu sore.“Sebagai catatan, waktu reaksi yang ditetapkan oleh pemerintah dalam mendesain jalan adalah 2,5 detik dalam kondisi normal,” ucap Wildan kepada , belum lama ini.Waktu reaksi terlalu singkat, menurut Wildan berbahaya, karena tak semua pengemudi bisa bereaksi dengan cepat dan akurat.Ketika kondisi jalan licin, muatan berat dan kecepatan tinggi, maka jarak pengereman akan menjadi lebih panjang. Sehingga, jarak aman saat hujan harus disesuaikan lebih panjang.


(prf/ega)