Sosok Rosdiana, Mahasiswa ITB yang Raih Penghargaan Peneliti Terbaik Nasional

2026-01-11 22:32:31
Sosok Rosdiana, Mahasiswa ITB yang Raih Penghargaan Peneliti Terbaik Nasional
- Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Rosdiana Anjelina meraih penghargaan sebagai Peneliti Terbaik dari Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2024–2025.Penghargaan tersebut diberikan pada Kamis silam. Dalam penelitiannya, Rosdiana berfokus pada tiga permasalahan utama pertanian Indonesia yaitu praktik monokultur yang berulang, ketergantungan pada pupuk kimia, dan penurunan produktivitas pangan.Penelitian yang berangkat dari tugas akhir ini berjalan selama enam bulan, dari Oktober 2024 hingga April 2025 menempati lahan Kampus ITB Jatinangor.Tahapan yang ia lakukan mulai dari persiapan lahan, persemaian benih, penanaman bertahap, hingga pemeliharaan intensif menggunakan pestisida nabati dan pupuk organik.Baca juga: Kisah Andrew Lulusan ITB Bisnis Kartu Pokemon, Nilai Pasarnya Tembus Triliunan RupiahIa mempraktikan sistem “Three Sisters”, metode budidaya tradisional untuk menanam tiga komoditas, yaitu jagung, kacang panjang, dan labu kuning secara bersamaan pada satu lahan."Aku ingin menunjukkan bahwa pertanian berkelanjutan dapat diwujudkan melalui sistem budidaya yang efisien, produktif, dan ramah lingkungan,” ujarnya, dikutip dari situs ITB, Kamis .Ketiga tanaman tersebut mempunya hubungan ekologis saling melengkapi. Jagung berfungsi sebagai penopang, kacang panjang menyuplai nitrogen, dan labu kuning menutup tanah untuk menjaga kelembapan sekaligus menekan pertumbuhan gulma.Rosdiana mengombinasikan sistem tersebut dengan pupuk vermikompos, pupuk organik hasil dekomposisi oleh cacing tanah yang kaya nutrisi dan mikroorganisme.Baca juga: Kisah Ellana, Mahasiswa ITB Lulus dengan IPK 3,99 Meski Sibuk BerorganisasiKata Rosdiana, masa penanaman di lapangan adalah bagian paling menantang."Sinkronisasi tiga tanaman dengan karakter tumbuh berbeda tidak mudah, apalagi cuaca sering berubah. Jagung bisa tumbuh dua kali dari tinggi badan, jadi pengambilan data pun penuh perjuangan,” kenangnya.Sementara temuan paling menarik ada pada kesadaran akan keseimbangan alami yang tercipta. Sistem penanaman yang dipilih Rosdiana bekerja bukan karena banyaknya input, melainkan karena hubungan ekologinya tepat.Sebuah pengingat bahwa inovasi kadang lahir dari hal yang paling tradisional, yakni alam secara natural.itb.ac.id Institut Teknologi Bandung (ITB). 5 universitas teknik dan teknologi terbaik di Indonesia 2025 versi QS WUR.Dengan biaya rendah, produktivitas tinggi, serta ketahanan terhadap perubahan iklim, sistem ini dinilai cocok untuk diterapkan di kondisi tropis.Ia yakin sistem Three Sisters dapat membantu petani kecil di Indonesia yang memiliki keterbatasan lahan dan sumber daya.Bagi Rosdiana, penghargaan bukanlah akhir, melainkan pijakan awal untuk terus belajar dan berkontribusi.Baca juga: 400 Mahasiswa ITB Akan Dapat Beasiswa Jenius dari Pemprov JabarKe depan, Rosdiana berencana melanjutkan risetnya ke tahap yang lebih aplikatif, seperti uji coba di lahan petani kecil atau penerapan dalam program pertanian berkelanjutan berbasis masyarakat.


(prf/ega)