Hingga Desember 2025, KEK Industropolis Batang Gaet 51 Investor Global

2026-01-11 15:20:25
Hingga Desember 2025, KEK Industropolis Batang Gaet 51 Investor Global
JAKARTA, - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, sukses menegaskan posisinya sebagai destinasi utama Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia.Tidak hanya berprestasi di tingkat regional, kawasan ini menunjukkan realisasi nyata penyerapan investasi dengan berhasil mengamankan komitmen dari 51 investor, yang mencakup sektor manufaktur, logistik, hingga komersial.Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, menuturkan, minat investor terhadap KEK Industropolis Batang sangat tinggi dan terukur.Baca juga: Hotel Swiss-belexpress di Tol Semarang-Batang Resmi BeroperasiSaat ini, kawasan tersebut telah melakukan penandatanganan dengan 35 investor manufaktur murni. Jika diperhitungkan dengan investor di area komersial dan perbankan, total komitmen investasi yang masuk telah mencapai 51 investor."Angka ini krusial mengingat bahwa investor yang diincar Batang sebagian besar adalah Penanaman Modal Asing (PMA)," usar Burhan kepada Kompas.com, Jumat .Keunggulan kawasan ini dinilai berada pada dukungan pemerintah yang cukup besar dan kemudahan ekosistem yang ditawarkan, menjadikannya berbeda dari kawasan industri di Jawa Barat yang mungkin memiliki ranta pasok yang lebih tertutup.Target penyerapan lahan KEK Industropolis Batang ditetapkan ambisius namun realistis, yaitu sebesar 100 hektar per tahun. Baca juga: 4,29 Juta Batang Mangrove Ditanam di Kuala SelatUntuk investor yang tertarik, harga publik saat ini dipatok sekitar Rp 1,5 juta per meter persegi untuk masa sewa yang panjang.KEK Industropolis Batang dikembangkan sebagai kawasan yang terintegrasi dengan tiga kegiatan utama: industri dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pariwisata.Keunggulan strategis Batang terletak pada infrastruktur berstandar internasional, termasuk akses langsung ke Tol Trans Jawa, konektivitas ke pelabuhan, dan bandara. Aksesibilitas ini sangat vital bagi investor yang mengutamakan efisiensi logistik.Kawasan ini dibangun dengan prinsip sustainability, inclusivity, dan innovation. Ini sejalan dengan tuntutan investasi global yang kini tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga komitmen terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial.Baca juga: Dengan Harga Tak Sampai Rp 150 Juta, Anda Bisa Punya Rumah di BatangPenyematan nama baru KEK Industropolis Batang oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun 2025 menegaskan status dan pentingnya kawasan ini dalam agenda strategis nasional.Di tengah menjamurnya kawasan industri baru, termasuk di Jawa Barat dan proyek-proyek yang melibatkan konglomerasi besar, KEK Industropolis Batang mengambil sikap yang berbeda.Burhan menegaskan bahwa mereka tidak diciptakan untuk berkompetisi dengan sesama kawasan industri. Sebaliknya, tujuan mereka adalah saling melengkapi (complementing).Baca juga: Kini, Ada Hotel di Rest Area Travoy Tol Batang-Semarang Sementara kawasan industri di Jawa Barat menawarkan ekosistem yang sudah mapan, Batang menawarkan kemudahan birokrasi dan dukungan pemerintah yang besar, menarik investor yang mencari lokasi pengembangan baru dengan zero burden dari sejarah industri sebelumnya."Filosofi ini, bahwa kawasan industri nasional harus saling menopang, memperkuat daya saing Indonesia secara keseluruhan di mata PMA, menjadikan Indonesia sebagai destinasi FDI utama di Asia," tuntas Burhan.


(prf/ega)