BANDUNG BARAT, - Rumah relokasi korban banjir bandang di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mulai dibangun. Rumah itu dibangun dengan konsep kampung adat.Pembangunan rumah-rumah bergaya adat sunda itu menyusul kerusakan puluhan rumah akibat luapan Sungai Cimeta pada Maret 2025.Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyalurkan dana stimulan rehabilitasi rumah bagi warga terdampak, sekaligus menyiapkan relokasi dari bantaran sungai ke lokasi yang dinilai lebih aman secara geologis dan hidrologis.Baca juga: Cegah Kemacetan Jalur Wisata, Operasional Delman di Bandung Dihentikan SementaraBupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, sejak awal kejadian bencana, pemerintah daerah langsung melakukan penanganan darurat bagi warga terdampak banjir bandang.“Sejak awal kejadian, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Evakuasi warga dilakukan bersama BPBD, TNI, dan Polri,” ujar Jeje, Kamis .Selain evakuasi, pemerintah juga memenuhi kebutuhan dasar warga hingga kondisi pascabencana berangsur membaik.“Kami melakukan penyaluran bantuan logistik, pendirian posko serta dapur umum, dan pendataan kerugian warga. Alhamdulillah, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa,” kata Jeje.Baca juga: Sah! UMK Kota Bandung 2026 Naik Menjadi Rp 4,7 JutaBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mencatat, banjir bandang berdampak pada lebih dari 20 unit rumah di sepanjang bantaran Sungai Cimeta, dengan total 50 kepala keluarga terdampak. Sejumlah rumah mengalami rusak berat dan dinyatakan tidak lagi layak huni.Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kepala keluarga ditetapkan sebagai penerima bantuan stimulan rehabilitasi rumah dengan dua skema relokasi.“Sebanyak 30 kepala keluarga menerima bantuan dengan dua skema, yaitu relokasi terpusat dan relokasi mandiri. Pertama sebanyak 20 KK dalam satu lokasi dan 10 KK secara mandiri,” ungkap Jeje.
(prf/ega)
Rumah Relokasi Korban Banjir Bandung Barat Dibangun dengan Konsep Kampung Adat Sunda
2026-01-12 06:27:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:06
| 2026-01-12 06:04
| 2026-01-12 06:00
| 2026-01-12 05:31










































