Akses Darat Belum Pulih, Pemerintah Kirim Genset ke RS Takengon Pakai Helikopter BNPB

2026-01-30 07:30:37
Akses Darat Belum Pulih, Pemerintah Kirim Genset ke RS Takengon Pakai Helikopter BNPB
JAKARTA, – Pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan vital di wilayah terdampak bencana di Aceh, terutama untuk memastikan operasional rumah sakit tetap berjalan.Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengiriman genset berkapasitas besar ke daerah yang akses daratnya masih terputus.Pada Sabtu , sebuah genset berkapasitas 250 kWh dikirim ke rumah sakit di Takengon, Aceh Tengah, menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).Baca juga: Menanti Sanksi Mendagri bagi Bupati Aceh Selatan yang Umrah di Tengah Bencana“Melalui helikopter BNPB, telah diangkut Genset listrik 250 KWH untuk Rumah Sakit di Aceh Tengah, Takengon,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Minggu .Teddy menjelaskan, Takengon merupakan salah satu wilayah yang akses daratnya belum pulih akibat dampak bencana.Pengiriman genset ini diharapkan dapat memperkuat operasional rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan penanganan segera.“Takengon, Aceh Tengah, adalah salah satu kabupaten yang jalan daratnya terputus akibat longsor dan jembatan putus di berbagai jalur,” ungkapnya.Ia menegaskan, pemerintah terus mempercepat upaya pemulihan di seluruh wilayah bencana melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga.Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga bergerak cepat memperbaiki infrastruktur kelistrikan dan membuka kembali jalur transportasi darat.Baca juga: Pemerintah Kebut Bangun Jembatan Bailey untuk Pulihkan Akses Banda Aceh–MedanLangkah-langkah ini dilakukan secara simultan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat kembali terpenuhi.“PLN dan Kementerian PU terus memperbaiki seluruh gardu listrik dan terus memberikan pasokan listrik serta membuka jalur darat secepat mungkin,” kata Teddy.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-30 06:37