Tekanan Dagang, Toyota Pertimbangkan Impor Mobil Produksi AS

2026-01-11 04:00:44
Tekanan Dagang, Toyota Pertimbangkan Impor Mobil Produksi AS
JAKARTA, - Toyota dikabarkan tengah menyiapkan langkah yang tidak lazim, di mana mulai tahun depan akan mengimpor mobil produksi Amerika Serikat (AS) untuk dipasarkan di negeri sendiri.Langkah tersebut dinilai tidak lepas dari dinamika hubungan dagang antara Jepang-Amerika. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump selama ini secara terbuka menyoroti defisit perdagangan negaranya dengan Jepang, termasuk dalam sektor otomotif.Meski demikian, Toyota menegaskan bahwa rencana tersebut bukan semata respons atas tekanan politik.Baca juga: Estimasi Biaya Libur Nataru 2025 Jakarta-Semarang Pakai AvanzaDok. TMMIN Pabrik Toyota di KarawangDikutip Carscoops, secara resmi perusahaan menyebut impor kendaraan dari AS ini sebagai upaya memperluas pilihan produk bagi konsumen domestik Jepang. Strategi serupa kabarnya juga tengah dikaji oleh sejumlah produsen Jepang lain, seperti Honda dan Nissan.Model pertama yang berpeluang masuk ke Jepang adalah Toyota Camry. Sedan tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu mobil terlaris di pasar AS.Setelah itu, Toyota disebut mempertimbangkan menghadirkan SUV Highlander serta pikap full-size Tundra, yang hingga kini belum dipasarkan di Jepang.Namun, rencana ini masih menyisakan tanda tanya dari sisi keekonomian. Sebab, biaya produksi kendaraan di Amerika Utara relatif lebih tinggi, terutama karena faktor upah tenaga kerja dan ongkos logistik.Hal tersebut berpotensi membuat harga jual di Jepang menjadi kurang kompetitif.Baca juga: Sering Dianggap Sepele, Busi Ternyata Jadi Nyawa Mesin Kendaraandok.TMMIN Pabrik mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat.Presiden AS Donald Trump sebelumnya kerap mengkritik ketidakseimbangan neraca perdagangan dengan Jepang. Ia menilai terdapat hambatan dagang yang menyulitkan produk otomotif buatan AS menembus pasar luar negeri, termasuk Jepang.Di sisi lain, perbedaan karakter pasar juga menjadi tantangan tersendiri. Konsumen AS dikenal menggemari SUV besar dan pikap, sementara pasar Jepang lebih didominasi mobil kompak, kendaraan perkotaan, serta kei car yang efisienPresiden Toyota, Akio Toyoda, disebut menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki peluang impor kendaraan buatan AS ke Jepang.Honda pun dikabarkan tengah mengkaji opsi serupa, dengan kemungkinan menghadirkan model seperti pikap Ridgeline, SUV Pilot, hingga sejumlah mobil listrik merek Acura yang diproduksi di Amerika Serikat.Sebenarnya, Honda pernah mencoba strategi ini dalam skala terbatas. Pabrikan tersebut sempat memasarkan FCX dan FCX Clarity bertenaga hidrogen di Jepang, meski penjualannya terbilang sangat kecil.Baca juga: Tips Aman Liburan: Hindari Ban Pecah di Jalan Tolcarscoops.com Toyota Camry 2018 mulai diproduksi di pabrik Toyota KentuckyNissan juga disebut berpotensi mengikuti langkah serupa dengan membawa SUV Murano dan Pathfinder, dua model yang saat ini tidak tersedia di pasar domestik Jepang.Salah satu faktor kunci yang membuka peluang impor kendaraan buatan AS adalah perubahan regulasi.Pemerintah Jepang, melalui Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata, tengah menyiapkan jalur sertifikasi baru yang memungkinkan mobil produksi AS disetujui hanya lewat pemeriksaan dokumen, tanpa perlu menjalani pengujian tambahan di Jepang.Jika aturan tersebut diberlakukan, kebijakan baru ini diperkirakan mulai berlaku paling cepat pada 2026 dan dapat secara signifikan menurunkan hambatan masuk kendaraan buatan AS ke pasar Jepang.Pemerintahan Trump juga mengklaim Toyota telah menyatakan kesediaan untuk membuka jaringan diler di Jepang bagi merek-merek Amerika seperti Ford dan General Motors.Namun demikian, sejauh mana kebijakan ini akan berdampak besar masih sangat bergantung pada kesiapan dan strategi masing-masing produsen dalam memanfaatkan peluang yang tersedia.


(prf/ega)