RISHA Bakal Digunakan untuk Bangun Rumah Korban Banjir Sumatera

2026-01-12 12:24:54
RISHA Bakal Digunakan untuk Bangun Rumah Korban Banjir Sumatera
JAKARTA, - Rumah Instan Sederhana Sehat atau RISHA akan digunakan untuk membangun rumah bagi korban banjir di Pulau Sumatera.Hal ini disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam Rapat Kabinet, dikutip dari siaran langsung Sekretariat Presiden, Senin ."Ada berbagai metode, ada rumah RISHA yang selama ini dipakai," kata Ara, sapaan Menteri PKP.Jenis rumah ini menggunakan beton pracetak, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan pembangunan cepat.Baca juga: Prabowo Titip Pesan Percepatanan Hunian Sementara dan Tetap Pasca BanjirRISHA juga sudah lama dikembangkan dan digunakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (sebelum perubahan nomenklatur kabinet)."Kami juga berkoordinasi dengan Semen Indonesia, langkah baik memberdayakan kemampuan kita sendiri," ucap Ara.Sejak diluncurkan, RISHA banyak diterapkan dalam proyek perumahan sederhana hingga hunian sementara pasca-bencana di berbagai daerah."RISHA adalah sebuah penemuan teknologi konstruksi knock-down yang dapat dibangun dengan waktu cepat, dengan menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya," kata Ahli Konstruksi Davy Sukamta kepada Kompas.com, Jumat .Baca juga: Update Rumah Rusak di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tembus 139.485 UnitSetiap komponennya dirancang modular sehingga mudah diproduksi massal dan dirakit di lapangan tanpa perlu campuran semen dan bata.Struktur RISHA terdiri atas tiga jenis panel utama, yakni:Ketiga panel tersebut dihubungkan menggunakan baut dan pelat galvanis anti-korosi sehingga konstruksi tetap kuat, stabil, dan dapat dipasang atau dibongkar kembali dengan mudah.Baca juga: Berapa Harga Rumah Subsidi Terbaru?RISHA pada dasarnya dirancang untuk rumah berukuran 3x3 meter (9 meter persegi). Namun, sistem modularnya memungkinkan perluasan hingga tipe 36, bahkan dua lantai dengan syarat tertentu, seperti batas beban hidup maksimal 125 kilogram per meter persegi dan penggunaan lantai kayu atau multiblock di lantai dasar."Inovasi ini (RISHA) didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau dengan tetap mempertahankan kualitas bangunan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)," ujar Davy.Berdasarkan uji penerapan di lapangan, satu modul 3x3 meter dapat dirakit dalam waktu 24 jam oleh tiga hingga lima pekerja. Dengan metode konvensional, pekerjaan serupa bisa memakan waktu hingga enam minggu.Baca juga: Mengenal RISHA, Teknologi Konstruksi Rumah Cepat dan Hemat BiayaStudi Time Cost Trade-Off (TCTO) menunjukkan penggunaan teknologi RISHA mampu memangkas waktu konstruksi hingga dua minggu.


(prf/ega)