DHAKA, - Kepolisian Bangladesh menyatakan, dua tersangka pembunuh aktivis mahasiswa ternama, Sharif Osman Hadi, kabur ke India.Pernyataan ini disampaikan pada Minggu , dan berpotensi memperkeruh hubungan diplomatik antara Bangladesh dan negara tetangganya itu.Sharif Osman Hadi dikenal sebagai sosok vokal yang kerap mengkritik India. Ia menjadi bagian dari pemberontakan besar pro-demokrasi yang terjadi tahun lalu.Baca juga: Bangladesh Memanas, Tokoh Mahasiswa Ditembak di Kepala oleh Orang Tak DikenalHadi ditembak oleh orang bersenjata bertopeng di Dhaka pada 12 Desember 2025. Dia meninggal di sebuah rumah sakit di Singapura akibat luka tembak yang dideritanya.Kematian Hadi memicu gelombang protes di berbagai wilayah Bangladesh. Massa yang marah dilaporkan membakar beberapa gedung, termasuk dua kantor media yang dianggap pro-India, serta sebuah pusat kebudayaan ternama.Aksi unjuk rasa terus berlangsung hampir setiap hari. Pemerintah sementara yang kini memimpin menjelang pemilu Februari 2026 pun mendapat tekanan besar untuk segera menangkap pelaku pembunuhan."Pembunuhan ini sudah direncanakan. Identitas pelaku sudah kami kantongi," ujar Perwira Senior Kepolisian Metropolitan Dhaka, SN Nazrul Islam, dalam konferensi pers, dikutip AFP.Islam mengatakan, dua tersangka utama, yakni Faisal Karim Masud dan Alamgir Sheikh, melintasi perbatasan Haluaghat menuju India tak lama setelah penembakan terjadi.Baca juga: Bangladesh Sita 10 Kg Emas Rp 21 M dari Loker Terpidana Mati Eks PM Hasina"Keduanya dijemput oleh dua warga lokal India di perbatasan dan dibawa ke negara bagian Meghalaya," ungkap Islam.Setibanya di Meghalaya, kedua tersangka diserahkan kepada kaki tangan mereka di India.Menurut kepolisian, pihak berwenang Bangladesh kini telah menjalin komunikasi dengan Kepolisian India terkait kasus ini.“Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian di Meghalaya. Mereka mengonfirmasi bahwa dua warga India yang diduga sebagai kaki tangan pelaku telah ditangkap,” ujar Islam.Namun demikian, dua pejabat senior Kepolisian Meghalaya menolak memberikan komentar saat dimintai keterangan oleh AFP.Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India menepis tuduhan bahwa negara mereka terlibat dalam insiden ini. New Delhi menyebut klaim tersebut sebagai “narasi palsu”.Baca juga: Sukses Gulingkan Pemerintah, Gen Z Bangladesh Kesulitan Cari Dukungan Jelang Pemilu 2026KANTOR PERDANA MENTERI BANGLADESH via AFP Dalam foto yang diambil dan dirilis pada 25 Juli 2024 oleh Kantor Perdana Menteri Bangladesh, Perdana Menteri Sheikh Hasina berbicara kepada media di stasiun metro yang dirusak di Mirpur, setelah demo mahasiswa.Ketegangan India-Bangladesh meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hubungan memburuk setelah mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina melarikan diri ke India usai pecahnya gerakan pro-demokrasi. Ia kini tinggal dalam pengasingan di sana.Pemerintah India masih mempertimbangkan permintaan ekstradisi dari Dhaka terhadap Hasina, yang telah dijatuhi hukuman mati secara in absentia karena dianggap bertanggung jawab atas aksi kekerasan terhadap para demonstran.Selain itu, insiden pembunuhan terhadap pekerja garmen pada 18 Desember 2025 oleh massa juga turut memperburuk situasi domestik maupun hubungan bilateral.Di tengah meningkatnya krisis politik dan keamanan, asisten khusus Menteri Dalam Negeri sementara Bangladesh, Khuda Baksh Chowdhury, mengundurkan diri pada Rabu .Ia sebelumnya dikenal sebagai salah satu pejabat kepercayaan pemimpin sementara Muhammad Yunus.Baca juga: Bangladesh Era Muhammad Yunus, Apa yang Berubah Usai Setahun Kudeta?
(prf/ega)
2 Pembunuh Tokoh Mahasiswa Bangladesh Kabur ke India, Dilindungi Warga Lokal
2026-01-12 06:13:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:55
| 2026-01-12 05:32
| 2026-01-12 04:13










































