Korban Banjir Sumut: dari Jam 9 Pagi Sampai Terbenam Matahari Kami Cari Bantuan

2026-01-12 05:45:50
Korban Banjir Sumut: dari Jam 9 Pagi Sampai Terbenam Matahari Kami Cari Bantuan
MEDAN, - Iwan bersama istrinya tak pernah berhenti melangkah setiap harinya untuk mencari bantuan sembako dan air minum.Sudah lebih dari 10 hari dia bersama istri, dua anak, ibu, dan satu adiknya yang keterbelakangan mental mengungsi di musala RSUD Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.Hal itu dilakukan lantaran rumahnya di Lingkungan XII, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, sudah terendam banjir lebih dari satu meter sejak Rabu ."Setiap hari kami terjang banjir ini. Dari jam sembilan pagi sampai terbenam matahari kami cari bantuan," kata Iwan saat berjalan di Jalan Khairil Anwar pada Minggu .Bahkan, ketika malam hari dia mendengar ada bantuan, ia dan istrinya segera mengejar. Tak jarang, mereka berebut dengan pengungsi lainnya.Baca juga: Bobby: Estimasi Kerugian Banjir dan Longsor di Sumut Rp 9,98 TriliunBantuan tersebut, sambung Iwan, bukan dari pemerintah, melainkan para relawan atau orang dermawan. Bantuan pemerintah yang diterimanya baru dari pihak rumah sakit."Paling kemarin ada dibantu pihak rumah sakitlah. Ada sembako dan lainnya. Tapi itu pun menipis, makanya kami cari terus. Kayak manalah, ada empat yang kami tanggung," ucap Iwan."Itu kadang satu hari cuma dapat dua nasi bungkus. Kami bagi-bagilah. Kalau air putih sulit kali didapat. Ala kadarnya kali," tambahnya.Dia menyampaikan, di mushala ada 17 kepala keluarga dan seluruhnya merasakan hal yang hampir serupa, minimnya perhatian pemerintah."Ya harapannya bantuan dari pemerintah itu tersalurkanlah secara merata," ucapnya sembari melanjutkan perjalanan mencari bahan sembako.Sebelumnya diberitakan, kondisi RSUD Tanjung Pura sangat memprihatinkan usai diterjang banjir selama 12 hari di Jalan Khairil Anwar, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Minggu .Pantauan Kompas.com, jalan menuju rumah sakit sudah mulai surut. Namun, genangan air di beberapa ruangan di halaman rumah sakit masih setinggi 40 cm.Ketika berjalan ke ruangan pelayanan utama, tampak rumah sakit sedang beres-beres. Barang-barang masih berantakan.Petugas sibuk membersihkan lumpur di lantai serta peralatan medis yang ada di lokasi.Adapun, warga terdampak banjir terlihat berada di ruang mushala dan lantai 2 rumah sakit. Mereka memanfaatkan ruangan itu untuk beristirahat dan memasak.


(prf/ega)