PEKANBARU, – Kejadian luar biasa (KLB) infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menyerang warga Suku Talang Mamak di Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), kini dinyatakan sangat terkendali.Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Sandra, mengatakan tidak ada penambahan kasus baru sejak 18 November 2025."Terhitung sejak 18 November 2025 atau selama delapan hari, tidak ada penambahan kasus baru. Artinya KLB saat ini dinyatakan sangat terkendali," ujar Sandra kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Rabu .Ia menjelaskan, meski penambahan kasus sempat terjadi setelah puncak KLB, jumlahnya sangat minim. Upaya penanganan intensif dan terintegrasi lintas sektor berhasil menekan penularan.Baca juga: Kasus ISPA di Suku Talang Mamak Riau, Cek Kesehatan Terus BerlanjutSejak awal KLB hingga hari ini tercatat dua ratus dua puluh empat kasus, dengan lima di antaranya meninggal dunia."Penanganan cepat, responsif, dan kolaboratif dari berbagai pihak, telah memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian penyebaran penyakit di wilayah terdampak," kata Sandra.Meski situasi telah terkendali, Dinas Kesehatan memastikan langkah pengendalian tetap dilanjutkan agar KLB tidak kembali berkembang. Pemantauan dan surveilans ketat terus dilakukan untuk memastikan tidak ada kasus baru.Bila ditemukan warga yang mengalami gejala penyakit saluran pernapasan, tim kesehatan dari Puskesmas Batang Gansal akan segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan.Dinas Kesehatan bersama lintas sektor juga melanjutkan upaya pemulihan kesehatan bagi kelompok rentan. Makanan tambahan diberikan secara berkala kepada balita dan ibu hamil untuk mempercepat pemulihan gizi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Bantuan ini turut didukung Kementerian Kesehatan."Sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya, KLB ini dipastikan disebabkan oleh penyakit influenza tipe A, yang dibuktikan dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel pasien," ujar Sandra.Ia menyampaikan, influenza tipe A termasuk flu musiman dan merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya apabila daya tahan tubuh baik.Namun kematian lima warga dipengaruhi oleh faktor yang meningkatkan kerentanan, mulai dari masalah gizi, kurangnya imunitas, sanitasi buruk, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang belum optimal, hingga kondisi hunian yang padat."Kombinasi faktor risiko inilah yang menyebabkan sebagian warga lebih rentan terhadap komplikasi," jelasnya.Sandra menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Puskesmas Batang Gansal, perangkat desa, lintas sektor, hingga masyarakat Dusun Datai."Kami bersyukur kondisi KLB saat ini sudah sangat terkendali. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan, mengenali gejala awal influenza, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan," ucapnya.Ia menegaskan, tim di lapangan akan terus memastikan penanganan berjalan optimal hingga KLB benar-benar tuntas. Masyarakat juga diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada dan disiplin melakukan pencegahan influenza tipe A, termasuk mencuci tangan, memakai masker, menerapkan etika batuk atau bersin, serta menjaga daya tahan tubuh."Dengan kerja sama berbagai pihak dan kedisiplinan masyarakat, diharapkan KLB influenza tipe A di Dusun Datai dapat segera tuntas sepenuhnya," tambahnya.Sebelumnya, KLB ISPA menyebabkan lima warga Suku Talang Mamak meninggal dunia pada awal November 2025. Ratusan warga juga mengeluhkan demam, batuk, pilek, mual, dan hilang selera makan. Pemerintah Inhu kemudian menetapkan kasus ini sebagai KLB ISPA, dan tim Kementerian Kesehatan bersama Polsek Batang Gansal dan TNI turun menangani kasus tersebut.
(prf/ega)
KLB Influenza A di Suku Talang Mamak Riau Terkendali, 8 Hari Tanpa Kasus Baru
2026-01-12 04:17:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:32
| 2026-01-12 04:28
| 2026-01-12 04:06
| 2026-01-12 03:35
| 2026-01-12 03:27










































