Kian Banyak Negara Tolak Pengakuan Israel Atas Somailand

2026-02-08 10:27:57
Kian Banyak Negara Tolak Pengakuan Israel Atas Somailand
Pengakuan Israel atas wilayah Somaliland menuai reaksi dari sejumlah negara. Lewat pernyataan bersama, lebih dari 20 negara di Timur Tengah, Afrika maupun Organisasi Kerja Sama Islam menolak pengakuan Israel tersebut.Israel sebelumnya secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat serta menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik. Pengakuan ini disambut oleh Somaliland sebagai pengakuan resmi pertama dalam sejarahnya.Dilansir AFP, Sabtu (27/12/2025), Somaliland memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 dan sejak itu mendorong pengakuan internasional. Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menjadikan pengakuan internasional sebagai prioritas sejak menjabat tahun lalu.Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pengakuan resmi tersebut. Pengumuman itu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang melakukan pengakuan tersebut."Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat," kata kantor PM Israel."Pengumuman ini sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham," tambahnya, merujuk pada perjanjian antara Israel dan negara-negara Arab yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump.Abdullahi menyambut langkah ini. Abdullah menyatakan ini sebagai awal kemitraan strategis."Ini momen bersejarah... kami menyambut pengakuan Perdana Menteri Israel terhadap Republik Somaliland dan menegaskan kesiapan Somaliland bergabung dengan Abraham Accords," tulis Abdullahi di X.Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahnya tak akan mengakui kedaulatan Somaliland.Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan New York Post yang diterbitkan hari Jumat (26/12) waktu setempat, setelah Perdana Menteri Israel dan sekutu utama Trump, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel akan menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland."Tidak," kata presiden ketika ditanya oleh New York Post tentang pengakuan AS terhadap Somaliland. Dia menambahkan: "Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?" tanya Trump, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025). Sementara itu, sejumlah negara menolak pengakuan Israel atas wilayah Somaliland yang memisahkan diri dari Somalia sebagai negara merdeka. Sejumlah negara di Timur Tengah, Afrika maupun Organisasi Kerja Sama Islam menolak pengakuan Israel tersebut."Mengingat dampak serius dari tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut terhadap perdamaian dan keamanan di Tanduk Afrika, Laut Merah, dan dampaknya yang serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional secara keseluruhan," demikian pernyataan bersama lebih dari 20 negara Timur Tengah, Afrika, dan negara OKI, dilansir AFP, Minggu (28/12/2025).Pernyataan bersama tersebut juga mencatat 'penolakan penuh terhadap potensi keterkaitan antara tindakan tersebut dan upaya apa pun untuk secara paksa mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka.Somaliland, terletak di Teluk Aden di seberang Yaman dan di sebelah Djibouti yang kecil, yang menjadi tempat pangkalan militer bagi AS, Tiongkok, Prancis, dan beberapa negara lainnya.Tidak diketahui mengapa Israel membuat deklarasi tersebut pada hari Jumat atau apakah negara itu mengharapkan sesuatu sebagai imbalan.Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991 selama konflik yang terus membuat negara Afrika Timur itu rapuh. Meskipun memiliki pemerintahan dan mata uang sendiri, Somaliland belum pernah diakui oleh negara mana pun hingga hari Jumat.Sebelumnya, pada awal tahun ini, pejabat AS dan Israel mengatakan kepada Associated Press bahwa Israel mendekati Somaliland untuk menerima warga Palestina dari Gaza sebagai bagian dari rencana Presiden AS Donald Trump, saat itu untuk memukimkan kembali penduduk wilayah tersebut. Namun, Amerika Serikat sejak itu telah meninggalkan rencana tersebut.Departemen Luar Negeri AS pada hari Sabtu mengatakan bahwa mereka terus mengakui integritas teritorial Somalia, "yang mencakup wilayah Somaliland."


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-08 09:39