Pemerintah Usut Gelondongan Terbawa Banjir di Sumatera Pakai Citra Satelit

2026-01-15 14:18:41
Pemerintah Usut Gelondongan Terbawa Banjir di Sumatera Pakai Citra Satelit
Pemerintah mengusut gelondongan kayu yang terbawa banjir-longsor saat saat bencana terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Pemerintah menerjunkan satgas penertiban kawasan hutan untuk mengusut gelondong tersebut."Saat ini satgas penertiban kawasan hutan sudah turun tangan, menelusuri dugaan gelondongan kayu yang terbawa arus banjir," kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12/2025).Dalam pengusutan gelondong kayu terbawa banjir, pemerintah menggunakan citra satelit. Pemerintah tak main-main membidik aktor pelanggar diduga terkait gelondong kayu di Sumatera."Pemerintah terus menelusuri pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran melalui analisis citra satelit," ujarnya.Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk memulai penyelidikan. Polri tidak menutup kemungkinan melakukan tindakan hukum terhadap pelanggaran gelondong kayu."Terkait masalah penegakan hukum, terkait temuan kayu gelondong yang terkelupas, kami secara lisan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan. Besok kami akan rapat bersama untuk menurunkan tim gabungan untuk melakukan proses penyelidikan, pendalaman, terkait dengan peristiwa yang terjadi," ucap Sigit."Tentunya apa bila ada pelanggaran hukum, kita akan proses," imbuhnya. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) diketahui tengah mengusut sumber asal gelondong kayu yang terseret banjir di Sumatera. Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menargetkan pengusutan kasus itu rampung tiga bulan."Aku minta tiga bulan nanti, tiga bulan lah mudah-mudahan. Kalau lebih daripada itu nanti masuk angin ya. Kita lupa. Biasanya kriteria bencana itu, kalau sudah tanahnya kering, kita lupa semua itu," kata Hanif di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (2/12).Saat ini ada delapan perusahaan yang akan dipanggil oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kedelapan perusahaan itu diketahui bergerak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara.Hanif mengatakan pihaknya akan mempelajari dokumen dari para perusahaan tersebut. Dia juga segera meninjau langsung lokasi tempat penemuan kayu gelondong di Sumut."Insyaallah hari Kamis saya akan ke sana untuk take over, untuk lihat langsung, supaya dapat pikiran, bayangan konstruksi kasusnya seperti apa," jelasnya.Simak juga Video 'Kenapa Harus Peduli untuk Mengembalikan Ekosistem Awal?':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-15 14:07