JAKARTA, - Inisiatif pemerintah daerah menempelkan stiker "Keluarga Miskin" di rumah para penerima bantuan sosial (bansos), dinilai telah memberikan efek sosial tak terduga.Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyebut bahwa meski penempelan stiker itu bukanlah program nasional, namun langkah tersebut mampu membuat masyarakat mampu yang tetap menerima bansos, justru malu.“Dampaknya, sebagian masyarakat mengundurkan diri. Itu kita hormati, kita apresiasi,” kata Gus Ipul di kantornya, Rabu .Ia mengakui bahwa penyaluran bansos, yang semestinya menjadi program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bagi mereka yang kurang mampu, masih menghadapi kendala di masyarakat.Baca juga: Mensos Hormati Penerima Bansos Mundur Usai Rumah Ditempeli Stiker Keluarga MiskinPemerintah memang telah memiliki Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) yang menjadi acuan untuk penyaluran bansos tersebut. Namun, kasus salah sasaran masih saja terjadi.Misalnya dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS). Berdasarkan DTSEN, ada 4,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang dinyatakan tidak layak menerima bansos, baik karena inclusion error maupun exclusion error.Inclusion error adalah ketika penerima yang seharusnya tidak menerima bansos justru menerimanya, sementara exclusion error adalah ketika penerima yang seharusnya berhak justru tidak menerimanya./FIRDA JANATI Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa .Beberapa waktu lalu, ratusan warga Kabupaten Kepahiang, Bengkulu mengundurkan diri setelah rumah mereka ditempeli stiker "Keluarga Miskin" oleh pemerintah daerah. Padahal, pemerintah daerah hanya berniat untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui penempelan stiker tersebut.Sementara di Ciomas, Bogor, banyak warga yang memiliki rumah layak huni, bahkan mobil, masih menerima bansos. Pemda pun bertindak dengan menempeli stiker yang sama di rumah mereka.Selain itu, sebanyak 30.000 warga penerima bansos di Jawa Tengah juga menolak penempelan stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” di rumah mereka. Penolakan ini muncul karena mereka merasa tidak layak menerima bantuan tersebut.Baca juga: Viral Stiker Keluarga Miskin di Rumah Bermobil di Bogor, Dinsos Beri PenjelasanGus Ipul mengakui bahwa penempelan stiker tersebut telah memberikan dampak sosial yang signifikan. Bahkan dalam setahun terakhir banyak penerima bansos yang mundur secara sukarela, baik melalui pemerintah daerah maupun lewat fitur Cek Bansos.Kemensos mencatat, lebih dari 600.000 usulan baru warga yang dinilai layak menerima bantuan. Namun pada saat yang sama ada 50.000 laporan sanggahan yang masuk dari masyarakat, usai mengetahui ada tetangganya yang mampu justru masuk daftar penerima.“Ada kesadaran di masyarakat untuk saling mengoreksi, berdialog, mengingatkan satu sama lain. Ini positif buat kita semua,” katanya.“Mereka menyanggah orang lain atau keluarga yang semestinya tidak dapat bantuan tapi kok dapat. Ini jadi bahan verifikasi validasi,” imbuh Gus Ipul.KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Kepahiang, Helmi Johan, memasang stiker ke rumah warga penerima Bansos. Sebagai akibatnya, ratusan warga Bengkulu mundur sebagai keluarga penerima manfaat Bansos PKH. Dari usulan baru dan sanggahan tersebut, Kemensos menyampaikannya kepada Badan Pusat Statistik (BPS) untuk diverifikasi dan pengecekan langsung ke lapangan. Setelah itu data divalidasi dan menjadi dasar penyaluran bansos berikutnya.
(prf/ega)
Stiker "Keluarga Miskin": Antara Masalah Data dan Kesadaran Sosial Penerima Bansos
2026-01-12 03:56:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:26
| 2026-01-12 03:01
| 2026-01-12 02:28
| 2026-01-12 01:57
| 2026-01-12 01:35










































