Ekonom Proyeksikan BI Pertahankan BI Rate 4,75 Persen

2026-01-12 22:30:11
Ekonom Proyeksikan BI Pertahankan BI Rate 4,75 Persen
JAKARTA, - Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Desember 2025.Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan, BI kemungkinan besar akan mempertahankan BI rate di level 4,75 persen pada RDG bulan ini, meskipun peluang penurunan masih terbuka dengan probabilitas yang relatif berimbang."Desember ini sebenarnya peluangnya 50-50 lah. Tapi menurut saya sih kemungkinan masih akan ditahan oleh bank sentral," ujarnya saat media briefing di Jakarta beberapa waktu lalu.Perkiraan ini mempertimbangkan kebijakan suku bunga Amerika Serikat (Fed Funds Rate) yang pada 11 Desember kemarin mengalami penurunan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5-3,75 persen.Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bos BI Buka Peluang Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan pada 2026Sepanjang 2025, Bank Sentral AS (The Fed) telah menurunkan Fed Funds Rate sebanyak 75 bps dari semula sebesar 4,25-4,5 persen.David bilang, meski penurunan Fed Funds Rate baru terjadi di Semester II 2025, namun BI telah selangkah lebih dulu dari The Fed dengan menurunkan BI rate sejak Januari 2025.Terhitung sepanjang tahun ini, BI telah menurunkan BI rate sebanyak lima kali dengan total penurunan 125 bps dari 6 persen menjadi 4,75 persen."Kita sebenarnya sudah melakukan front loading ya. Kita udah nurunin 5 kali, bahkan sudah 150 basis poin kalau dihitung sejak tahun lalu," ucapnya.Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai, BI rate akan tetap bertahan di level 4,75 persen."BI perlu mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur terakhir tahun 2025, sembari tetap waspada dan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Riefky dalam hasil risetnya, dikutip Rabu .Hal ini mempertimbangkan pelambatan inflasi dari 2,86 persen (yoy) menjadi 2,72 persen (yoy) pada November 2025.Tingkat inflasi ini juga masih berada di kisaran atas target BI sebesar 1,5-3,5 persen dan relatif tinggi dibandingkan awal tahun."Moderasi inflasi pada November terutama didorong oleh berkurangnya tekanan harga pangan seiring dengan upaya stabilisasi pasokan yang mampu mengimbangi kenaikan ringan pada harga yang diatur pemerintah," ucapnya.Sementara dari sisi eksternal, kombinasi penurunan Fed Funds Rate oleh The Fed dan keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga kebijakan pada RDG November 2025 telah mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia.Sejak 19 November, Indonesia mengalami arus modal masuk sebesar 0,37 miliar dollar AS di instrumen surat berharga dan 0,38 miliar dollar AS di pasar saham domestik, sehingga secara kumulatif Indonesia mengalami arus modal asing masuk mencapai 0,75 miliar dollar AS hingga 12 Desember lalu.


(prf/ega)