JAKARTA, — Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh kembali menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi kemanusiaan maupun ekonomi.Ribuan warga kehilangan anggota keluarga, rumah tinggal, serta berbagai aset produktif akibat kerusakan dan hanyut terbawa arus.Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), estimasi biaya pemulihan kerusakan akibat banjir di tiga provinsi tersebut telah mencapai Rp 51,82 triliun.Baca juga: Asuransi Jasindo Dorong Praktik Korporasi Tanpa KorupsiSHUTTERSTOCK/PASUWAN Ilustrasi asuransi.Angka tersebut mencakup kerusakan rumah warga, fasilitas umum, infrastruktur, hingga aset-aset produktif masyarakat.Nilai kerugian tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi meningkat seiring proses pendataan yang belum sepenuhnya rampung.Besarnya dampak finansial tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan perlindungan risiko, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi sekaligus menekankan perlunya kesiapan finansial melalui instrumen asuransi.Baca juga: OJK Ungkap Potensi Klaim Asuransi Akibat Banjir Sumatera Nyaris Rp 1 Triliun“Bencana hadir tanpa diprediksi. Ketika kerusakan terjadi, beban ekonominya langsung terasa. Asuransi dapat menjadi instrumen manajemen risiko untuk membantu masyarakat bangkit lebih cepat,” ujar Brellian dalam keterangannya, Selasa .Menurut Brellian, masih banyak rumah tinggal, usaha kecil, maupun aset produktif di wilayah terdampak bencana yang belum memiliki perlindungan asuransi.Akibatnya, seluruh kerugian harus ditanggung langsung oleh pemilik aset tanpa adanya mekanisme mitigasi finansial.
(prf/ega)
Pascabencana Banjir Sumatera, Jasindo Dorong Masyarakat Perkuat Perlindungan Aset
2026-01-11 15:14:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:08
| 2026-01-11 13:23
| 2026-01-11 13:03
| 2026-01-11 12:59










































