Litbang Kompas: 40,1 Persen Publik Nilai Respons Pemerintah Cepat Tangani Bencana Sumatera

2026-01-11 14:14:21
Litbang Kompas: 40,1 Persen Publik Nilai Respons Pemerintah Cepat Tangani Bencana Sumatera
JAKARTA, - Litbang Kompas merekam hasil jajak pendapat publik terkait respons pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Sebanyak 40,1 persen responden menyatakan respon pemerintah cepat. Kemudian, 11,5 persen lainnya menyatakan "Sangat Cepat".Lalu, 37,0 persen publik menyatakan "Lambat" terkait respons pemerintah dalam penanganan bencana di Sumatera. Sedangkan, yang menyatakan "Sangat Lambat" (10,3 persen) dan "Tidak Tahu" (1,1 persen).Baca juga: Pesan Para Presiden Terdahulu untuk Penanganan Bencana Banjir di Sumatera..."Hal ini menjadi potret persepsi publik yang menangkap masih terdapat kendala koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat," dilansir dari Kompas.id, Senin .Jajak pendapat juga menunjukkan, sebanyak 56,4 persen responden menilai pemerintah pusat memiliki komitmen kuat dalam menangani bencana di wilayah Sumatera.Penilaian tersebut terdiri atas 25,8 persen responden yang menyatakan komitmen pemerintah "Sangat Kuat" dan 30,6 persen yang menilai "Kuat".Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan dan Sertifikat Tanah Digratiskan buat Korban Banjir SumateraDi sisi lain, masih terdapat 41,6 persen responden yang memandang komitmen pemerintah dalam menjadikan penanganan bencana Sumatera sebagai prioritas nasional masih lemah.Kelompok ini terbagi atas 30,0 persen yang menilai komitmen pemerintah "Lemah" dan 11,6 persen lainnya menyebutnya "Sangat lemah".Sebagai informasi, Litbang Kompas melakukan jajak pendapat pendapat melalui telepon pada 8-11 Desember 2025.Baca juga: AHY Bandingkan Bencana Sumatera dengan Tsunami Aceh 2004, Wilayah Terdampak Kini Lebih LuasLitbang Kompas mewawancarai 510 responden dari 76 kota di 38 provinsi. Sampel ditentukan secara acak dari responden panel Litbang Kompas sesuai proporsi jumlah penduduk di setiap daerah.Tingkat kepercayaan dengan metode ini sebesar 95 persen, dengan margin of error penelitian ± 4,24 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meskipun demikian, kesalahan di luar pengambilan sampel dimungkinkan terjadi.Berita ini dilansir dari Kompas.id dengan judul "Catatan Publik terhadap Pemulihan Sumatera"


(prf/ega)