Wanita di Bogor Bunuh Perempuan Paruh Baya gegara Tabungan Rp 12,4 Juta

2026-01-16 19:20:19
Wanita di Bogor Bunuh Perempuan Paruh Baya gegara Tabungan Rp 12,4 Juta
Perempuan berinisial NAF (32) di Cisarua, Bogor, Jawa Barat tega menghabisi nyawa perempuan berinisial N (59) karena tabungan. Sebelum dibunuh, korban dan pelaku sempat cekcok.Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan, jenazah korban ditemukan pada Jumat (21/11/2025) malam. Saat itu, jenazah ditemukan oleh warga yang langsung melapor ke polisi."Polsek Cisarua berikut dengan Pamapta Polres Bogor langsung bergerak ke tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan awal," kata Anggi, Sabtu (22/11/2025).Kemudian serangkaian penyelidikan dilakukan oleh penyidik dengan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi. Setelah menemukan petunjuk, polisi langsung meringkus pelaku."Setelah itu, maka tim bergerak cepat ke lokasi pelaku berada di rumahnya di kampung Cipari, Cisarua. Di sana didapati tersangka atas nama NAF (32) seorang ibu rumah tangga," bebernya.Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Diketahui bahwa pelaku dan korban sudah janjian untuk bertemu di rumah korban.Keduanya membahas uang tabungan korban yang dititipkan kepada pelaku. Pelaku kemudian menyampaikan permohonan kelonggaran pengembalian uang tabungan korban hingga terjadi cekcok sampai merenggut nyawa korban.Peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (20/11) di rumah korban."Awalnya pekaku mendatangi korban pukul 11.00 WIB untuk berbicara terkait uang korban yang dititipkan kepada pelaku sebagai tabungan Rp 12,4 juta yang pada hari itu diminta korban," bebernya."Tersangka kami sangkakan Pasal 365 ayat 3 dan atau 338 dan atau 351 ayat 3 yang ancaman hukumannya 15 tahun," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-16 19:29