BITUNG, - Usia kendaraan yang sudah mendekati dua dekade bukan berarti performanya harus menurun.Dengan pola perawatan yang konsisten serta tepat, mobil masih bisa digunakan secara andal untuk aktivitas harian.Hal tersebut tecermin dari Daihatsu Terios generasi awal yang masih aktif digunakan di wilayah pesisir Kota Bitung, Sulawesi Utara, oleh Bambang.Baca juga: Kisah Pemilik Daihatsu Terios di Bitung yang Tak Tergantikan Sejak 2009/Ruly Kurniawan Cerita Bambang pemilik Daihatsu Terios sejak 2009Meski telah dipakai selama 17 tahun, kondisi kendaraan tetap terjaga berkat kebiasaan servis berkala, perhatian terhadap lingkungan pemakaian, serta modifikasi yang dilakukan secara fungsional tanpa menyentuh sistem vital.Kepada Kompas.com, Bambang bercerita bahwa ia tidak terpaku pada jadwal servis berdasarkan jarak tempuh kilometer.Sebaliknya, perawatan rutin dilakukan setiap enam bulan sekali, meskipun mobil tidak menempuh jarak yang jauh.“Kalau servis, saya tidak tunggu kilometer. Biasanya tiap enam bulan tetap masuk bengkel, biar dicek semua,” ujar Bambang di sela kegiatan di Bitung, Sulawesi Utara, pada Sabtu .Baca juga: Selama 17 Tahun Dipakai, Ini Komponen Daihatsu Terios yang Sudah Diganti/Ruly Kurniawan Cerita Bambang pemilik Daihatsu Terios sejak 2009Menurutnya, pola ini lebih relevan karena penggunaan mobilnya tergolong harian dengan jarak dekat.Dengan servis berkala berbasis waktu, potensi masalah bisa lebih cepat terdeteksi sebelum berkembang menjadi kerusakan besar.Selain itu, Bambang juga memberi perhatian khusus pada kebersihan bodi dan kolong mobil.Tinggal di Bitung yang dekat dengan wilayah pesisir membuat mobilnya kerap melewati area pantai dan jalanan dekat laut.Baca juga: Harga Tiket Bus Tingkat Jakarta-Surabaya Saat Libur Natarukompas.com/nanda Cerita Bambang pemilik Daihatsu Terios sejak 2009“Kalau habis ke pantai atau lewat pesisir, pasti saya bilas pakai air bersih,” katanya.Langkah sederhana tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko korosi akibat paparan air asin, terutama pada bagian kolong, kaki-kaki, dan komponen logam lainnya.Dalam hal modifikasi, Bambang memilih pendekatan yang konservatif.Ia menghindari perubahan ekstrem, terutama yang menyentuh sistem kelistrikan kendaraan.Modifikasi yang dilakukan sebatas fungsional dan estetika, seperti penggantian pelek.Selebihnya, kondisi mobil tetap dipertahankan mendekati standar pabrikan agar keandalan dan kenyamanan tetap terjaga.“Pergantian hanya di radiator karena memang sudah harus diganti. Kemudian pelek saya ganti juga agar terlihat macho. Sebenarnya pelek asli masih ada di rumah,” ucap Bambang.Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat alasan Daihatsu memberikan apresiasi kepada Bambang melalui program 'Bahagia Sejak Pertama' di ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Bitung 2025, sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan kepeduliannya merawat kendaraan.
(prf/ega)
Merawat Daihatsu Terios: Tetap Prima Usia 17 Tahun
2026-01-12 04:44:27
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:25
| 2026-01-12 04:09
| 2026-01-12 03:30
| 2026-01-12 03:11
| 2026-01-12 02:38










































