Media Asing Soroti Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Utara, Apa Kata Mereka?

2026-01-11 14:16:51
Media Asing Soroti Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Utara, Apa Kata Mereka?
- Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kawasan di Sumatera Utara tidak hanya memicu keprihatinan masyarakat Indonesia.Bencana hidrometorologi tersebut juga menarik perhatian luas dari media internasional.Beragam kantor berita asing menyoroti tingginya angka korban meninggal, besarnya kerusakan permukiman, hingga gelombang pengungsian yang memaksa ribuan warga mencari tempat aman.Dalam laporannya, mereka juga menyinggung bagaimana cuaca ekstrem musiman dan dampak perubahan iklim diduga memperparah skala bencana.Berikut rangkuman pemberitaan media asing menggambarkan tragedi tersebut.Baca juga: 7 Fakta Terbaru Banjir dan Longsor Sibolga: Korban Tewas, Rumah Rusak, dan Sinyal LumpuhAP News pada Rabu melaporkan bahwa banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara telah menewaskan sedikitnya 17 orang dan membuat enam lainnya hilang.Media asal Amerika Serikat itu menekankan hujan deras selama sepekan memicu luapan sungai, menyapu desa-desa perbukitan, dan meninggalkan kerusakan luas.Akses menuju enam kabupaten terdampak pun terhambat akibat material lumpur, batu, dan pohon tumbang.Sibolga disebut sebagai wilayah dengan dampak terbesar. Hingga, petugas menemukan lima jenazah, tiga korban luka, serta masih mencari empat warga yang hilang.Sementara, di Tapanuli Tengah, longsor menghantam sejumlah rumah dan menewaskan satu keluarga berisi empat orang.Banjir juga merendam hampir 2.000 rumah dan bangunan, memperparah kondisi pengungsian dan penanganan darurat di wilayah tersebut.Baca juga: Di Sekolah Langganan Banjir, Tri Sugiyono Basuh Mental Siswa dengan Seberkas dan Antar Prestasi...Laporan Al Jazeera pada Rabu menyoroti dampak banjir yang mengakibatkan sebuah jembatan ambruk.Media itu menggambarkan bagaimana hujan monsun yang mengguyur Sumatera selama berhari-hari, memicu banjir bandang dan longsor.Di Mandailing Natal, sebuah jembatan utama roboh hingga memutus akses bagi penduduk sekitar.Sebanyak 470 rumah dilaporkan terendam banjir. Kerusakan infrastruktur membuat distribusi bantuan semakin menantang.


(prf/ega)