Anggota DPR Kaisar Kiasa Serahkan Alat Penggiling Padi ke Petani Cilacap

2026-01-13 00:22:03
Anggota DPR Kaisar Kiasa Serahkan Alat Penggiling Padi ke Petani Cilacap
Anggota DPR RI Komisi XI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra menyerahkan secara simbolis bantuan mesin penggiling padi kepada masyarakat di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, dan Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Penyerahan itu sebagai respons atas banyaknya aspirasi kelompok tani yang belum memiliki akses terhadap alat penggilingan padi sendiri.Penyerahan yang dilakukan pada Minggu (14/12/2025) ini diharapkan mampu meringankan beban kerja petani yang tergabung dalam kelompok tani.Kaisar mengatakan penyerahan bantuan ini bertepatan dengan dinamika ekonomi Indonesia yang masih fokus pada stabilitas harga pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di tengah tantangan global dan domestik.Indonesia terus menjaga inflasi dalam target 2,5%, namun komponen volatile food seperti beras tetap menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi daya beli masyarakat di pedesaan dan perkotaan. Data BPS menunjukkan inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 2,86% di mana komponen harga pangan menjadi salah satu faktor utama tekanan harga."Giat reses kali ini, saya beserta tim melakukan pembagian mesin penggilingan. Ini adalah wujud nyata komitmen kita agar kedaulatan pangan bangsa menjadi kokoh," kata Kaisar dalam keterangan tertulis, Senin (15/12/2025).Dukungan tersebut selaras dengan upaya Pemerintah Indonesia yang secara aktif meningkatkan anggaran untuk ketahanan pangan. Alokasi anggaran food security 2026 yang direncanakan naik tajam 31,7% menjadi Rp 210,4 triliun yang bertujuan memperkuat produksi domestik, distribusi, dan daya beli masyarakat."Petani harus menjadi perhatian utama sebagai penopang tatanan negara. Komoditas ini juga memiliki peran penting dalam menjaga inflasi bangsa," ujarnya.Menurutnya, sektor pertanian saat ini masih menghadapi tekanan struktural. Merujuk pada data BPS menunjukkan subsektor tanaman pangan mengalami kontraksi 0,21% di paruh pertama 2025, dengan pertumbuhan yang masih melambat 4,93% di triwulan III, terutama pada tanaman padi meski produksi naik 13,2% secara keseluruhan.Menurutnya, hal ini menunjukan intervensi pada akar rumput seperti memberikan bantuan mesin penggiling, pupuk, dan bantuan alat produksi yang dapat meningkatkan hasil panen masih sangat dibutuhkan. Penyaluran mesin penggiling padi ini sejalan dengan upaya percepatan food self- sufficiency yang juga digalakkan pemerintah. Upaya ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP). Ini merupakan indikator penting kesejahteraan petani yang menunjukkan tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir."Penguatan sektor pertanian rakyat, termasuk dukungan sarana produksi seperti mesin penggiling padi, merupakan simbol dari bagian strategi menjaga ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung stabilitas ekonomi di masa mendatang," tuturnya.Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Bojongsari Mulyana mengatakan bantuan tersebut bisa menghadirkan manfaat bagi masyarakat."Bantuan yang diberikan Mas Kaisar sangat membantu kami. Mesin penggiling padi ini pastinya akan dimanfaatkan oleh banyak kelompok tani, meningkatkan efisiensi pascapanen, dan membantu menekan biaya operasional," kata Mulyana.Sementara itu, perwakilan warga Desa Madura, Aditiya Eka Prasetya, menyampaikan terima kasih atas apa yang diberikan Kaisar,."Kami berterima kasih kepada Mas Kaisar atas inisiatifnya yang diterima warga dengan antusias tinggi," tutupnya.Simak juga Video 'Usaha Petani Sumbar Selamatkan Sisa Panen Setelah Dihempas Banjir':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-12 23:53