Hari ke-20 Banjir Aceh Timur, Ribuan Pengungsi Masih Bertahan di Tenda Terpal, Krisis Air Bersih

2026-01-12 06:06:31
Hari ke-20 Banjir Aceh Timur, Ribuan Pengungsi Masih Bertahan di Tenda Terpal, Krisis Air Bersih
- Situasi darurat akibat bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Timur kian memprihatinkan. Hingga Selasa , total kerugian materiil banjir Aceh Timur ditaksir mencapai Rp 5,3 triliun, dengan ribuan rumah, fasilitas umum, serta tempat ibadah mengalami kerusakan parah.Selain kerugian ekonomi yang sangat besar, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir Aceh Timur terus bertambah. Data terbaru mencatat korban jiwa meningkat dari 52 menjadi 53 orang.Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, dampak kerusakan banjir kali ini sangat fatal dan meluas hampir di seluruh wilayah kabupaten.“Bahkan ada desa-desa yang kerusakannya mencapai 100 persen, bisa dikatakan hilang. Setelah kita perkirakan, kerugian sementara mencapai Rp 5,3 triliun,” ujar Al-Farlaky.Baca juga: Penyaluran Bantuan ke Simpang Jernih, Titik Terjauh di Aceh Timur yang Terdampak BanjirMengutip data yang diterima Serambinews.com, banjir Aceh Timur merendam total 24 kecamatan dan 433 desa. Sebanyak 73.531 kepala keluarga (KK) atau 265.723 jiwa terdampak langsung akibat bencana tersebut.Dari jumlah itu, 11.633 KK atau sekitar 43.707 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau terendam banjir. Para pengungsi tersebar di 617 titik lokasi pengungsian.Sementara itu, 3.351 jiwa memilih bertahan di sekitar kediaman mereka meski berada dalam kondisi rawan.PEMKAB ACEH TIMUR Warga duduk didepan rumahnya yang roboh akibat banjir di Desa Peunaron, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Senin Bencana banjir bandang Aceh Timur juga menyebabkan kerusakan masif pada hunian warga. Total 18.914 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan rincian:Pemerintah daerah bersama tim gabungan hingga kini terus mengintensifkan penyaluran bantuan logistik, kebutuhan dasar, serta berupaya menembus wilayah terisolasi yang sulit dijangkau.Baca juga: Update Banjir Aceh Timur, Korban Bertambah jadi 52 Orang dan Kerugian Ditaksir Rp 5,3 TMemasuki hari ke-20 pascabencana banjir bandang Aceh Timur, Al-Farlaky mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada pejabat tinggi pemerintah pusat yang datang langsung ke Aceh Timur untuk melihat kondisi lapangan.Padahal, menurutnya, tingkat kerusakan di wilayah ini sama parahnya dengan daerah lain di Aceh.“Empat desa hilang akibat banjir bandang, 52 orang meninggal dunia, dan terdapat 698 titik pengungsian. Namun hingga saat ini belum ada pejabat pusat yang datang,” ungkapnya.Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memang telah tiga kali berkunjung ke Aceh, yakni ke Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, dan Kabupaten Bireuen, namun Aceh Timur belum tersentuh kunjungan pejabat tinggi negara.“Perlu teman-teman ketahui, khusus Kabupaten Aceh Timur tidak ada seorang pejabat tinggi negara yang datang ke tempat kami,” katanya.Al-Farlaky juga menyebutkan bahwa sebelumnya sempat ada jadwal kunjungan Ketua MPR RI, namun kemudian dibatalkan oleh pihak Ahmad Muzadi.Baca juga: Aceh Timur Terima Rp 4 Miliar Sesuai Janji Prabowo, Bupati: Untuk Kebutuhan Korban Banjir


(prf/ega)