Zulhas Soroti Peran Uni Eropa dalam Kerja Sama Swasembada Pangan

2026-02-08 08:34:50
Zulhas Soroti Peran Uni Eropa dalam Kerja Sama Swasembada Pangan
JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa pencapaian swasembada pangan Indonesia memerlukan peran berbagai pihak, termasuk Uni Eropa (UE), untuk mendukung program produksi pangan yang lebih produktif dan berkelanjutan.Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri Konferensi Pers International Sustainable Rice Forum (ISRF) yang juga dihadiri Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chalibi, di Ancol, Jakarta, Senin .“Termasuk dari Uni Eropa saya kira. Kami memerlukan alat-alat, kami memerlukan knowledge, kami memerlukan mekanisasi, kami memerlukan praktik-praktik baru, kami memerlukan teknologi dan lain-lain,” ujar Zulhas.Baca juga: Menko Zulhas: Tahun Depan, Kita Perlu 82,9 Juta Butir Telur Per HariMenurut Zulhas, penyelenggaraan ISRF menjadi momentum untuk menciptakan sistem produksi beras yang rendah karbon dan lebih berkelanjutan. Forum ini didanai Uni Eropa dan diimplementasikan melalui Preferred by Nature.Dalam menjalankan program Presiden Prabowo Subianto, Zulhas menekankan pentingnya mencapai swasembada pangan secepat mungkin. Produksi pangan sumber karbohidrat, khususnya beras, menjadi fokus utama.“Beras sebagai makanan pokok, kita 90 persen orang Indonesia makan beras,” ujar Zulhas.Baca juga: Zulhas: Pemerintah Kaji Label “Tinggi Gula”, Sinyal Peringatan bagi Anak MudaData pemerintah menunjukkan, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,77 juta ton atau meningkat sekitar 4 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini membuat pemerintah tidak perlu melakukan impor beras sepanjang tahun. Sementara itu, produksi jagung juga meningkat 9 persen dari tahun sebelumnya.Meski angka produksi meningkat, Zulhas menegaskan bahwa pencapaian tersebut masih bersifat sementara dan membutuhkan proyek-proyek strategis untuk menopang swasembada pangan secara berkelanjutan. Pemerintah saat ini tengah mencetak jutaan hektar sawah baru di berbagai daerah, termasuk Papua, dan memperkenalkan varietas padi unggulan.“Nah itu perlu waktu tentu, perlu kerja sama semua pihak,” kata Zulhas.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-08 07:14