Jelang Nataru, Solar Langka di Sumenep Picu Antrean Panjang di SPBU

2026-01-14 19:40:50
Jelang Nataru, Solar Langka di Sumenep Picu Antrean Panjang di SPBU
SUMENEP, — Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikeluhkan langka.Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama pada malam hari.Pantauan Kompas.com di SPBU Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, Senin malam, antrean kendaraan roda empat tampak mengular hingga ke badan jalan raya.Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan truk dan mobil angkutan barang yang membutuhkan solar untuk operasional harian.Salah satu sopir truk, Imam, mengaku sudah beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan solar di wilayah Sumenep. Kondisi tersebut membuat waktu kerjanya menjadi tidak menentu.“Solar ini mulai susah sejak beberapa hari lalu,” kata Imam kepada Kompas.com di Sumenep.Baca juga: Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Pesantren di SumenepMenurut Imam, informasi yang beredar di kalangan sopir menyebutkan banyak warga membeli solar dalam jumlah besar sehingga stok di SPBU cepat habis.“Begitu ada solar, antreannya langsung panjang. Kadang harus nunggu sampai malam,” tambahnya.Akibat kelangkaan tersebut, Imam terpaksa menunda jadwal pengangkutan barang.“Pernah saya baru dapat solar malam hari, akhirnya barang baru bisa diangkut besok,” ungkap dia.Keluhan serupa disampaikan Malik, pemilik mobil diesel yang juga ikut mengantre. Ia menyebut antrean panjang hampir selalu terjadi saat membeli solar.“Belakangan ini hampir tiap mau beli solar pasti antre lama,” tutur Malik.Baca juga: Solar Diduga Langka di Pamekasan, Puluhan Kendaraan Antre di Satu SPBUAntrean panjang tidak hanya terjadi di SPBU Paberasan. Kondisi serupa juga terpantau di SPBU Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, serta SPBU Desa Gedungan, Kecamatan Batuan.Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa menjelang Natal dan Tahun Baru, Pertamina telah melakukan penyesuaian dan penambahan kuota di masing-masing SPBU.“Untuk menghadapi Nataru, kuota di tiap SPBU sebenarnya sudah disesuaikan dan ditambah,” kata Ahad, Selasa .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 20:22