- Sudah lebih dari 20 hari pascabencana, korban banjir Sumatera masih bertahan di pengungsian.Mereka belum dapat kembali ke rumah masing-masing karena kondisi rumah yang rusak dan tertimbun lumpur.Di sebagian wilayah, mereka harus tidur dalam kegelapan karena aliran listrik belum pulih.Banyak warga berteriak meminta tolong, mengharapkan datangnya bantuan, termasuk dari dunia internasional.Dilansir dari pemberitaan Kompas.com, Selasa , warga Desa Dayah Husen menghadapi kesulitan besar untuk membersihkan desa dan rumah mereka yang tertimbun lumpur tebal dan kayu-kayu besar akibat banjir.Menurut Mukhlis (41), salah satu warga, satu-satunya cara untuk membersihkan kondisi tersebut adalah dengan menggunakan alat berat.Muhammad Hendra Vramenia, warga Kabupaten Aceh Tamiang, meminta perhatian pemerintah pusat untuk menetapkan status Bencana Nasional agar bantuan internasional mudah masuk seperti saat tsunami Aceh 2004."Kalau tidak segera ditetapkan status Bencana Nasional, Aceh Tamiang ini tidak akan pulih dua tahun lamanya," tegas Hendra.Baca juga: Kami Menunggu Hujan Reda untuk Panen, tapi Kini Sawahnya Hilang Tersapu BanjirMeski pemerintah belum membuka akses bantuan dari dunia internasional, tapi bantuan dari negara-negara tetangga sudah terus berdatangan. Hanya berselang beberapa hari pasca bencana banjir Sumatera, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) langsung menerima bantuan berupa obat-obatan dari kerabat (kenalannya) asal Malaysia.Bantuan dari luar negeri itu pertama sekali diterima pada Sabtu , berupa obat-obatan yang kemudian langsung disalurkan kepada korban terdampak parah di Aceh Utara.Tidak lama setelah itu, Pemerintah Aceh kembali mendapatkan bantuan tenaga relawan tim pendeteksi mayat berasal dari China.Mereka diterima langsung oleh Mualem di Pendopo Gubernur Aceh pada Sabtu .Lima tenaga ahli dari China tersebut datang untuk membantu mendeteksi mayat korban banjir bandang di Aceh yang tertimbun lumpur.“Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu,” kata Mualem.
(prf/ega)
Bantuan dari Luar Negeri Berdatangan, Warga Aceh Menanti Akses Bantuan Lebih Luas
2026-01-12 22:17:40
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 22:03
| 2026-01-12 21:56
| 2026-01-12 21:10
| 2026-01-12 20:44










































