Penembak Bondi Beach Diduga Terkait ISIS, Sempat Diawasi Intel 2019

2026-02-03 20:35:34
Penembak Bondi Beach Diduga Terkait ISIS, Sempat Diawasi Intel 2019
SYDNEY, - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa menyebut dua pelaku penembakan Bondi Beach, Sydney, diduga terdorong oleh ideologi teroris ISIS.Dalam insiden pada Minggu malam itu, Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24), menembaki kerumunan yang sedang merayakan festival Yahudi Hanukkah.Sedikitnya 15 orang tewas dalam serangan itu, yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai aksi terorisme anti-Semit.Baca juga: Pahlawan Bondi Beach Berisiko Kehilangan Lengan Kirinya, tapi Mengaku Tak Menyesal“Hingga kini, tampaknya aksi ini dimotivasi oleh ideologi ISIS,” kata Albanese, dikutip dari kantor berita AFP.“Ideologi ini berkembang selama lebih dari satu dekade, dan dalam kasus ini menjadi dasar dari kebencian yang berujung pada tindakan pembunuhan massal,” ujarnya menambahkan.Pernyataan Albanese menjadi salah satu petunjuk pertama terkait kemungkinan motif lebih dalam dari serangan ini, ketika otoritas belum merinci faktor-faktor radikalisasi yang terlibat.Albanese juga mengungkapkan, Naveed sempat masuk radar badan intelijen Australia sejak 2019.“Ia menjadi perhatian karena berhubungan dengan dua orang yang kemudian didakwa dan dipenjara. Namun, saat itu ia belum dianggap sebagai ancaman langsung,” jelasnya.Dalam penembakan Bondi yang berlangsung sekitar sepuluh menit, Sajid Akram tewas di tempat setelah ditembak polisi. Ia menggunakan senjata laras panjang saat melancarkan serangan.Sementara itu, Naveed ditangkap dalam kondisi kritis dan kini koma di rumah sakit, di bawah pengawasan ketat pihak kepolisian.Baca juga: Inilah Sosok Ayah-Anak Pelaku Penembakan Bondi Beach, Pamitnya Pergi MancingX @Rebel_Warriors Naveed Akram, salah satu pelaku penembakan Bondi Beach dalam acara Hanukkah di Sydney, Australia, Minggu .Menurut keterangan resmi pihak berwenang pada Senin yang dikutip New York Post, para pelaku memiliki enam senjata api yang seluruhnya terdaftar secara legal.Australia memiliki regulasi senjata yang sangat ketat sejak tragedi Port Arthur pada 1996.Peraturan terkini melarang senapan semi-otomatis, dan proses pendaftaran serta pembelian senjata api diawasi secara ketat oleh otoritas.Naveed sempat bekerja sebagai tukang batu, tetapi diberhentikan sekitar dua bulan lalu setelah perusahaan tempatnya bekerja bangkrut.Meski memiliki banyak teman saat bersekolah di SMA, ibunya menyebut dia tidak terlalu aktif secara sosial maupun daring.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-03 18:53