JAKARTA, - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut masyarakat belum banyak yang ingin membeli rumah.Meskipun pemerintah telah menggelontorkan insentif dari dana menganggur negara untuk menekan biaya kredit perumahan, minat masyarakat membeli rumah masih tergolong rendah."Ini menggambarkan demand di sektor perumahan lemah sebetulnya, jadi saya pikir waduh gawat kita nih," kata Purbaya dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI bersama Kementerian Keuangan di Kompleks Parlemen, Senin .Baca juga: Setahun Prabowo-Gibran, BTN (BBTN) Akselerasi Program Tiga Juta RumahMinimnya minat beli rumah juga tampak pada serapan dana penempatan pemerintah di BTN.Dari pagu Rp 25 triliun, realisasi penyaluran baru mencapai Rp 4,8 triliun atau sekitar 19 persen per September 2025.Padahal Purbaya telah menggelontorkan suntikan dana Rp 200 triliun dari pemerintah ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ia meminta bank Himbara untuk bergerak cepat menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat.Purbaya menyebut langkah ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.Ia menambahkan, penyerapan dana saldo anggaran lebih (SAL) oleh lima bank Himbara tergolong baik, meski PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk masih mencatat realisasi terendah, yakni sekitar 19 persen.Berdasarkan catatan Kompas.com, realisasi per 30 September 2025, PT Bank Mandiri telah menyalurkan 74 persen dari alokasi sebesar Rp55 triliun.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) 62 persen, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) 50 persen, PT Bank Syariah Indonesia sebesar 55 persen dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) 19 persen.Baca juga: BTN Beri Layanan Perbankan untuk Ancol, Termasuk Kredit untuk KaryawanPurbaya menjelaskan, pada awalnya Bank BTN menyampaikan akan melakukan penyerapan dalam jumlah besar, tapi realisasinya justru lebih rendah dari perkiraan.Kondisi tersebut, menurutnya, mencerminkan lemahnya permintaan di sektor perumahan sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian.
(prf/ega)
Purbaya Beberkan Alasan Warga RI Susah Beli Rumah Meskipun Kredit
2026-01-11 03:47:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:42
| 2026-01-11 03:28
| 2026-01-11 03:05
| 2026-01-11 02:08
| 2026-01-11 01:36










































