JAKARTA, – Perasaan bersalah ketika menjadi ibu atau mom guilt kerap dianggap sebagai bagian wajar dari proses menjadi ibu. Namun, ketika perasaan tersebut terus berulang, semakin dalam, dan tidak tertangani, dampaknya bisa lebih serius dari yang dibayangkan. Salah satunya adalah risiko berkembang menjadi depresi.“Bisa banget kalau memang sangat dalam, karena kalau udah di fase depresi biasanya perasaannya bisa menganggap dirinya enggak berguna, enggak berdaya, dan enggak punya siapa-siapa,” ucap Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Farraas Afiefah Muhdiar saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Selatan, .Mom guilt memang bisa berkembang menjadi depresi apabila sudah berada pada tingkat yang sangat intens dan berlangsung lama.Baca juga: Lelah Fisik dan Kurang Dukungan, Ibu Baru Rentan Baby BluesMenurut Farraas, perubahan dari rasa bersalah menjadi depresi sering kali terjadi secara perlahan dan tidak disadari oleh ibu maupun lingkungan sekitarnya./DEVI PATTRICIA Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Farraas Afiefah Muhdiar saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Selatan, .Farraas menjelaskan, perbedaan utama antara mom guilt yang masih wajar dan yang berbahaya terletak pada cara ibu memandang dirinya sendiri. Rasa bersalah yang sehat biasanya bersifat sementara dan tidak menggerus harga diri.Akan tetapi, jika perasaan tersebut berkembang menjadi kebiasaan menyalahkan diri secara terus-menerus, risiko gangguan mental menjadi lebih besar.Baca juga: Perlekatan Bayi yang Bermasalah Saat Menyusui Bisa Berakibat Baby Blues“Kalau memang perasaan bersalahnya itu sampai ke titik menyalahkan diri sendiri hingga merasa tidak ada yang mengerti perasaannya, itu bisa berkembang jadi depresi jika tidak diintervensi lebih lanjut,” jelas Farraas.Pada fase ini, ibu tidak hanya merasa gagal dalam peran pengasuhan, tetapi juga mulai mempertanyakan nilai dirinya sebagai individu.Salah satu ciri yang mengkhawatirkan dari kondisi ini adalah munculnya perasaan terisolasi. Ibu merasa tidak ada orang yang benar-benar memahami apa yang ia rasakan, meskipun secara fisik dikelilingi keluarga.Ibu yang merasa tidak punya siapa-siapa menjadi sinyal penting bahwa kondisi emosionalnya sudah membutuhkan perhatian serius. Ketika rasa bersalah tidak lagi mendorong refleksi sehat, melainkan menutup ruang komunikasi, risiko depresi semakin meningkat.Baca juga: Cerita Ansharuddin Melihat Tekad Ira Mengasuh Dua Anak dan Menjadi Ibu BekerjaFarraas menambahkan, tidak semua ibu memiliki tingkat kerentanan yang sama. Faktor riwayat kesehatan mental sebelum memiliki anak juga berperan besar.
(prf/ega)
Mom Guilt Tak Ditangani Bisa Berujung Depresi, Ini Penjelasan Psikolog
2026-01-11 22:59:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:49
| 2026-01-11 23:06
| 2026-01-11 22:59
| 2026-01-11 21:57
| 2026-01-11 21:19










































