Pasca Banjir Bandang, Tebing Sungai Krueng Tiro Aceh Diperkuat

2026-01-30 21:46:58
Pasca Banjir Bandang, Tebing Sungai Krueng Tiro Aceh Diperkuat
JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan rencana penanganan Sungai Krueng Tiro yang terdampak banjir bandang di Desa Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh.Penanganan difokuskan pada perkuatan tebing sungai sebagai langkah antisipasi terhadap potensi abrasi dan longsor yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta infrastruktur di sekitarnya.Baca juga: Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka, Akses Banda Aceh-Medan Kembali NormalMenteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penanganan darurat menjadi prioritas utama agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera kembali berjalan."Dalam kondisi darurat seperti ini, fokus kami adalah membuka akses secepat mungkin, mengamankan alur sungai, dan memastikan masyarakat tidak terisolasi. Kementerian PU bergerak cepat dengan dukungan alat berat dan koordinasi lintas sektor agar penanganan bisa berjalan efektif dan tepat sasaran," kata Dody, dikutip dari keterangan resmi, Minggu .Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh, Asyari, menyampaikan bahwa kondisi tebing Sungai Krueng Tiro pasca bencana mengalami penurunan stabilitas akibat derasnya aliran air dan erosi.Oleh karena itu, penanganan darurat dan bertahap segera dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, khususnya terhadap permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.Baca juga: Bakal Jadi Ruang Terbuka Hijau, Kawasan Tepi Sungai Krueng Aceh Ditata"BWS Sumatera I segera melakukan penanganan perkuatan tebing Sungai Krueng Tiro di Desa Tiba Mesjid sebagai upaya mitigasi risiko abrasi dan longsor. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas alur sungai sekaligus melindungi masyarakat dari potensi ancaman bencana susulan," ujar Asyari.Penanganan yang dilakukan meliputi penataan alur sungai, penguatan tebing menggunakan material yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, serta pengendalian aliran untuk mengurangi kecepatan arus air.Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan kerja, serta kondisi cuaca di lokasi.Baca juga: Sempat Terhenti, Pekerjaan Bendungan Krueng Keureto DilanjutkanPenanganan Sungai Krueng Tiro diharapkan dapat meminimalkan risiko kerusakan lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi sungai sebagai sistem pengendali air.Dengan langkah penanganan tersebut, Kementerian PU berharap aliran Sungai Krueng Tiro menjadi lebih stabil, risiko bencana dapat ditekan, serta keamanan dan kenyamanan warga Desa Tiba Mesjid dan sekitarnya tetap terjaga.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-30 20:17