Bupati Aceh Utara Soroti Salah Pola Distribusi Bantuan 2.000 Ton Beras untuk Korban Banjir

2026-01-12 06:31:53
Bupati Aceh Utara Soroti Salah Pola Distribusi Bantuan 2.000 Ton Beras untuk Korban Banjir
ACEH UTARA, – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil menginstruksikan 27 camat untuk mengawal distribusi bantuan hingga ke tingkat desa dan titik pengungsian.Ia menyebut pendistribusian bantuan salah pola. Sebab, total 2.000 ton bantuan beras telah didistribusikan untuk korban banjir, namun ia masih menerima keluhan warga yang mengaku kurang mendapatkan bantuan.Bupati yang akrab disapa Ayahwa ini telah memantau kondisi di pengungsian.“Dari pagi sampai malam saya keliling, mutar terus dari desa ke desa. Pengakuan masih kurang bantuan diterima rakyat. Camat ini harus kita rubah pola, harus kawal sampai ke titik pengungsian bantuan itu,” katanya dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Pendopo Bupati Aceh Utara, Minggu .Dia menyebutkan, hingga saat ini sekitar 2.000 ton lebih beras sudah dibagikan ke Kabupaten Aceh Utara. “Kok masih ada pengakuan dan laporan masyarakat ke saya, bahwa bantuan kurang. Artinya, ada yang salah pola ini, maka camat pastikan sampai ke titik pengungsian,” terangnya.Baca juga: Kepada Wakapolri, Bupati Ayahwa: Butuh Dukungan Besar untuk Pemulihan Aceh UtaraDia meminta setiap bantuan yang disalurkan harus disertai dengan rekaman video, sehingga ada bukti bahwa bantuan telah sampai ke tangan masyarakat.“Jangan sampai masyarakat mengira tidak ada bantuan, videokan, posting, biar rakyat tahu, desa mana saja sudah dibagikan,” tegasnya.Ia juga mengingatkan agar seluruh data sesuai format dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial RI segera dilengkapi. Baca juga: Sebulan Pascabanjir Aceh Utara, Warga: Pak Menteri PU, Kapan Jembatan Kami Dibangun? “Saya minta sebagian data kita kirim dulu ke Jakarta, agar bisa langsung dicarikan dan dirasakan masyarakat, misalnya dana kematian, dan lain sebagainya. Tapi saya minta, data tahap satu kita itu sudah maksimal, data tahap dua nanti jumlah presentasenya harus kecil sekali,” terang Ayahwa.“Bagi camat, kalau ada data tidak lengkap, datangi desanya, jemput, agar segera selesai. Saya mau masyarakat korban langsung menerima bantuan dari pemerintah pusat, sesuai jenisnya masing-masing,” tegasnya.Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Brigjen Herman Hidayat dalam rapat itu menyetujui usulan bupati.“Data yang sudah lengkap langsung dibuatkan Surat Keputusan (SK) dari bupati. Sisanya menyusul tahap berikutnya, sehingga apa yang sudah lengkap bisa langsung dikerjakan BNPB,” pungkasnya.Hingga saat ini terdapat 67.876 pengungsi yang tersebar di 210 titik lokasi.Baca juga: Aceh Utara Siapkan 24 Hektare Lahan bagi Korban Banjir, Terbuka Lembaga Donor Bangun RumahJumlah titik pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye 54 titik dengan pengungsian, Langkahan 50 titik, Sawang 33 titik, Baktiya Barat 22 titik, Lapang 18 titik, Baktiya dan Dewantara masing-masing 11 titik, Seunuddon dan Nibong masing-masing dua titik, dan Cot Girek dan Kecamatan Meurah Mulia masing-masing satu titik.Kebutuhan pengungsi paling mendesak yaitu tenda keluarga, air bersih, tenda keluarga, kebutuhan dapur, pempes, kebutuhan bayi, kebutuhan wanita, dan kebutuhan ibadah.Sebelumnya banjir terjadi pada 26 November 2025 di 18 kabupaten/kota di Aceh. Namun, khusus Aceh Utara dan Aceh Timur banjir mulai terjadi pada 22 November 2025.


(prf/ega)